98 Menggugat: Masyarakat Sipil Gelar Konsolidasi Bahas Demokrasi dan Kebijakan Ekonomi

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat sipil yang terdiri dari mahasiswa, aktivis Reformasi 1998, akademisi, jurnalis, dan warga menggelar forum diskusi serta mimbar bebas bertajuk “98 Menggugat, Lanjutkan Reformasi!!!” di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung di Tjikko Koffee, Jalan Ciasem, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Forum ini menjadi ruang konsolidasi dan diskusi berbagai kalangan untuk membahas perkembangan demokrasi, kondisi ekonomi nasional, serta agenda reformasi yang dinilai masih relevan untuk diperjuangkan.

Bacaan Lainnya

Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan sejumlah pandangan dan masukan terkait berbagai kebijakan publik yang sedang berjalan. Diskusi juga menyoroti tantangan demokrasi, tata kelola pemerintahan, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Terdapat tiga pokok bahasan utama yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, yakni:
1. Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Pengelolaan APBN

Peserta forum mendorong dilakukannya evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah yang menggunakan anggaran negara dalam skala besar.

Beberapa program yang menjadi bahan diskusi antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Forum menilai evaluasi diperlukan untuk memastikan efektivitas, akuntabilitas, serta ketepatan sasaran pelaksanaan program.

2. Penguatan Demokrasi dan Kebebasan Sipil

Forum juga membahas kondisi demokrasi di Indonesia, termasuk isu kebebasan sipil, supremasi hukum, serta kualitas partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan. Peserta menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi yang menjadi salah satu semangat utama Reformasi 1998.

3. Penyusunan Agenda dan Gagasan Lanjutan
Selain menjadi ruang refleksi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat sipil dalam mengawal proses demokrasi dan pembangunan nasional ke depan.

Acara berlangsung terbuka dan dihadiri berbagai kalangan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan kesejahteraan publik.

Sejumlah aktivis Reformasi 1998 turut hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, termasuk Josua Napitupulu dan sejumlah tokoh masyarakat sipil lainnya.

Para narasumber menyampaikan pandangan mereka mengenai perjalanan reformasi serta berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Forum ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga ruang dialog yang konstruktif serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusi dan reformasi.

(Jhos/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *