AIR MATA SYUKUR SEORANG PASKIBRAKA

Kabarindo24jam.com | Bengkulu utara – Momen peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi hari yang tak terlupakan bagi Jeniwa. Di tengah suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, putra daerah Bengkulu Utara tersebut resmi dinyatakan Purna Paskibraka Kabupaten Bengkulu Utara setelah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Jeniwa yang saat ini merupakan siswa kelas XI MAN 1 Bengkulu Utara, menjadi salah satu generasi muda yang dipercaya mengemban amanah sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Bengkulu Utara. Bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia telah melalui berbagai tahapan seleksi, pembinaan, pelatihan, hingga akhirnya sukses melaksanakan tugas kenegaraan dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.

Bacaan Lainnya

Perjalanan yang telah dilalui bukanlah perjalanan yang singkat. Berbulan-bulan menjalani latihan, menjaga disiplin, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi menjalankan amanah negara telah membentuk karakter seorang pemuda yang tangguh, berintegritas, dan penuh dedikasi.

Saat ditemui awak media usai prosesi purna yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Jeniwa tampak menahan haru. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala nikmat dan perlindungan yang diberikan selama dirinya mengemban tugas sebagai anggota Paskibraka.

«”Alhamdulillah, saya tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Selama menjalani tugas sebagai Paskibraka, Allah selalu memberikan perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan kemudahan kepada saya. Dari awal latihan hingga hari ini resmi purna, saya merasakan betul pertolongan dan kasih sayang Allah SWT. Semua ini adalah anugerah yang sangat besar bagi saya,” ujar Jeniwa dengan suara bergetar penuh haru.»

Selain mengucapkan syukur kepada Allah SWT, Jeniwa juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, dan motivasi selama dirinya menjalani proses sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Bengkulu Utara.

«”Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala MAN 1 Bengkulu Utara, para guru pembimbing, para senior Paskibraka, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bengkulu Utara beserta seluruh stafnya yang telah membimbing, mendukung, dan memberikan banyak pengalaman berharga selama saya menjalani tugas sebagai Paskibraka. Mohon maaf apabila ada nama yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman satu angkatan Paskibraka Kabupaten Bengkulu Utara serta sahabat-sahabat di MAN 1 Bengkulu Utara yang selalu memberikan semangat dan dukungan. Tanpa doa, kebersamaan, dan dukungan dari semua pihak, saya tidak mungkin bisa sampai pada titik ini,” ungkapnya.»

Menurut Jeniwa, menjadi seorang Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Lebih dari itu, pengalaman tersebut telah mengajarkannya arti disiplin, tanggung jawab, pengorbanan, kebersamaan, serta kecintaan yang mendalam kepada bangsa dan negara.

Turut menyaksikan prosesi purna tersebut, orang tua Jeniwa, Wendi HS, mengaku merasa sangat bangga atas pencapaian putranya itu. Baginya, perjalanan Jeniwa sebagai Paskibraka telah menunjukkan kesetiaan, kedisiplinan, dan kepatuhan yang luar biasa dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan.

«”Saya merasa sangat bangga kepada Jeniwa. Selama menjadi anggota Paskibraka, ia menunjukkan kesetiaan, kepatuhan, dan tanggung jawab yang luar biasa. Bahkan ia tidak hanya menjalankan tugas di tingkat kabupaten, tetapi juga ikut menghadiri dan mendukung berbagai kegiatan pelantikan Paskibraka di sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Hal itu menunjukkan dedikasi dan kecintaannya terhadap organisasi serta pengabdian kepada bangsa,” ungkap Wendi HS.»

Dengan penuh rasa syukur, Wendi HS juga menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan perlindungan kepada putranya selama menjalani berbagai aktivitas dan tugas sebagai anggota Paskibraka.

«”Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT. Dalam setiap kegiatan yang dijalani Jeniwa, Allah selalu memberikan nikmat kesehatan, keselamatan, dan perlindungan-Nya. Sebagai orang tua, tentu tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat anak dapat menjalankan amanah dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat serta selamat,” tuturnya.»

Ia berharap pengalaman yang telah dijalani Jeniwa selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal berharga untuk menapaki masa depan yang lebih baik.

«”Semoga ke depan ananda Jeniwa semakin kuat, semakin teguh pendiriannya, serta semakin besar rasa cintanya kepada bangsa, negara, dan tanah air Indonesia. Jadilah generasi yang mampu menjaga nilai-nilai Pancasila dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.»

Keberhasilan Jeniwa bersama rekan-rekan Paskibraka Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki semangat nasionalisme yang tinggi serta kesiapan untuk menjadi penerus bangsa yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa patriotik.

Purna Paskibraka bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Justru dari sinilah langkah baru dimulai. Semangat Merah Putih yang telah tertanam selama masa tugas akan terus hidup dalam jiwa seorang Paskibraka, menjadi kompas yang menuntun setiap langkah menuju masa depan.

Pada Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, Jeniwa tidak hanya menuntaskan sebuah tugas kehormatan, tetapi juga menorehkan kisah tentang perjuangan, ketulusan, rasa syukur, dan cinta yang mendalam kepada Indonesia.

Merah Putih mungkin telah selesai dikibarkan dalam tugasnya hari ini. Namun bagi Jeniwa, semangat pengabdian, disiplin, dan cinta tanah air yang telah tertanam selama menjadi Paskibraka akan terus berkibar di dalam hati, sepanjang hayat. (Wen*/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *