Kabarindo24jam.com | Kendari – Banjir meluas di sejumlah wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan Kali Wanggu meluap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari melaporkan banjir berdampak pada sejumlah kecamatan, termasuk Baruga, Poasia, Kambu, Wua-Wua, Kadia, dan Abeli. Genangan air merendam permukiman warga, fasilitas umum, hingga akses jalan utama di beberapa titik kota.
Berdasarkan data terbaru BPBD Kota Kendari per Senin (11/5), sebanyak 657 rumah dilaporkan terendam dan sekitar 2.985 warga terdampak banjir yang tersebar di sedikitnya 15 titik lokasi. Data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.
Wilayah terdampak cukup parah tercatat berada di Kelurahan Kambu, Lepo-Lepo, Baruga, dan Poasia. Di Kelurahan Lepo-Lepo, luapan Sungai Wanggu merendam lebih dari 150 rumah warga yang tersebar di beberapa RT. Sementara di kawasan Poasia dan Kambu, ratusan rumah lainnya turut terdampak genangan banjir.
BPBD Kota Kendari sebelumnya juga mencatat sedikitnya 317 warga dari 126 kepala keluarga sempat mengungsi ke tenda darurat maupun rumah kerabat akibat banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter di kawasan sekitar Kali Wanggu.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah mendirikan posko pengungsian serta menyalurkan bantuan logistik dan air bersih bagi warga terdampak.
Selain merendam permukiman, banjir turut berdampak pada lahan pertanian dan akses transportasi warga.
BPBD melaporkan sekitar 50 hektare sawah terdampak serta sejumlah ruas jalan di Kota Kendari mengalami kerusakan dan sulit dilalui kendaraan.
Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama personel Brimob dan tim gabungan turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga serta membuka posko kesehatan di kawasan terdampak banjir. Bantuan paket sembako juga mulai disalurkan kepada masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dalam kejadian ini, satu anak dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir saat kondisi debit air meningkat.
(Ls/*)







