Kabarindo24jam.com | Jakarta – Aliran uang dari kasus korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ditengarai turut mengalir ke suaminya, Mukhtaruddin Ashraff Abu. Atas hal itu, Ashraff Abu diperiksa oleh penyidik KPK, Rabu (29/4/2026).
“Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan tindak pidana korupsi benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, AA selaku Komisaris PT Raja Nusantara Jaya 2023-2024,” kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan.
Ashraff Abu, yang kini juga menjabat anggota Komisi X DPR RI, mendirikan perusahaan bernama PT Raja Nusantara Berjaya bersama anak mereka, Muhammad Sabiq Ashraff, yang juga merupakan anggota DPRD Pekalongan. Perusahaan itu bergerak di bidang penyediaan jasa dan aktif menjadi vendor di Pemkab Pekalongan.
Ashraff merupakan Komisaris PT RNB, sementara Sabiq merupakan direktur pada 2022-2024. Fadia mengganti Sabiq dari posisi direktur dengan Rul Bayatun, yang merupakan orang kepercayaannya. Fadia memerintahkan perangkat daerah untuk memenangkan perusahaannya dalam pengadaan tender jasa outsourcing.
Kemudian perusahaan keluarga Fadia sendiri mendapat Rp 46 miliar sejak 2023 hingga 2026 yang kemudian dibagi-bagikan, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebesar Rp 5,5 miliar, Suami Fadia – Ashraff Rp 1,1 miliar, Direktur PT RNB Rul Bayatun Rp 2,3 miliar, Anak Fadia – Sabiq Rp 4,6 miliar, anak Fadia, Mehnaz Na Rp 2,5 miliar dan dilakukan penarikan tunai sebesar Rp 3 miliar.
Kini Fadia telah ditetapkan tersangka dan ditahan KPK. Dia dijerat Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
KPK juga telah menyita mobil dari sejumlah pihak di rumah dinas Fadia Arafiq hingga Cibubur. Perinciannya adalah Wuling Air EV, Mitsubishi Xpander, Toyota Camry, Toyota Fortuner, dan Toyota Vellfire.
Sebagai informasi, Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 30 Maret 2024, Ashraff memiliki total kekayaan Rp 42.200.000.000 atau Rp 42,2 miliar. Aset terbesar yang dimiliki Ashraff berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp 35.400.000.000.
Ashraff tercatat memiliki 4 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Semarang, Pekalongan, dan Malaysia. Selain itu, Ashraff tercatat memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai keseluruhan Rp 3,1 miliar.
Dia tercatat memiliki dua unit mobil merek Bayerische Motoren Werke atau BMW IX1 dan BMW X5. Tak hanya itu, Ashraff juga tercatat memiliki kas dan setara kas Rp 1,4 miliar, dan harta lainnya Rp 2,3 miliar. Dengan demikian, total harta kekayaan Ashraff Abu Rp 42,2 miliar. (Cok/*)






