Kabarindo24jam.com | WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harga minyak dunia telah turun hingga mendekati level US$70 per barel dan menyebut Iran “sedang menyetujui semua yang diinginkannya” dalam proses negosiasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Rabu (24/6) waktu Amerika Serikat di tengah perkembangan terbaru pembicaraan pascakonflik dan upaya penyusunan kesepakatan yang lebih luas antara kedua negara.
“Harga minyak baru saja menembus angka 70 dolar,” kata Trump. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyatakan bahwa Iran “bersikap sangat baik” dan “menyetujui semua yang saya inginkan.”
Data pasar menunjukkan harga minyak mentah AS (WTI) memang turun ke kisaran US$70 per barel, sementara Brent berada di sekitar US$74 per barel. Penurunan tersebut terjadi setelah pasar menilai risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah mulai mereda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima seluruh tuntutan Washington sebagaimana diklaim Trump.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa berbagai isu penting masih menjadi bagian dari pembahasan yang berlangsung antara kedua pihak.
Trump sebelumnya juga menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir jangka panjang. Namun, pihak Iran membantah telah memulai pembicaraan mengenai program nuklirnya atau mengundang kembali inspeksi internasional sebagaimana disebutkan Presiden AS tersebut.
Sementara itu, sejumlah sumber yang mengikuti proses negosiasi menyebut pembicaraan masih berfokus pada pengawasan program nuklir Iran, mekanisme inspeksi internasional, pengelolaan uranium yang telah diperkaya, akses terhadap dana yang dibekukan, hingga pengaturan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Perkembangan ini terjadi setelah serangkaian perundingan panjang yang berlangsung sejak 2025 dan berlanjut sepanjang 2026.
Pemerintahan Trump berupaya mendorong kesepakatan baru dengan Iran melalui kombinasi tekanan ekonomi, sanksi, dan jalur diplomatik.
(Ls/*)







