Rabu, 26 Januari 2022

Hari Taekwondo Indonesia untuk Menghormati Sosok Harno Omar

JAKARTA — Hari Taekwon-Do Indonesia pada 17 Desember ditetapkan untuk memberikan penghormatan bagi sosok yang telah berjasa kepada rakyat dan bangsa Indonesia dalam memperkenalkan dan mengembangkan Taekwon-Do di Indonesia.

Menurut Presiden ITF Indonesia, Ivan Antonius, hal ini sangat penting dan perlu disampaikan kepada para seluruh Taekwondoin di tanah air, terlebih lagi kepada generasi bangsa sekarang bahwa ada seseorang yang patut dianggap Pahlawan dalam memperkenalkan dan mengembangkan beladiri Taekwondo Indonesia.

Sosok tersebut adalah Harno Omar (Ong Hock Hua), pria kelahiran 17 Desember 1948, yang mulai mengajarkan beladiri asal Korea tersebut pada akhir 1970 di Perdagangan, sebuah kota kecil di Sumatera Utara, selepas menyelesaikan studinya di Penang – Malaysia.

Harno tercatat sebagai penyandang sabuk hitam Taekwon-Do pertama di Indonesia. Selain itu, Ia adalah orang pertama yang mendapat mandat langsung dari sang pencipta beladiri Taekwon-Do, Jenderal Choi Hong Hi, sebagai pioner dalam pengembangan beladiri yang didominasi teknik tendangan tersebut ke seluruh pelosok nusantara.

Pengembangan Taekwon-Do di bawah Harno Omar makin pesat, setelah ia dan teman-temannya membuka sebuah dojang (gedung latihan) besar di Medan. Pada 1973, Ia pun menggagas berdirinya organisasi Taekwon-Do pertama di tanah air, Persatuan Taekwon-Do Indonesia (PTI) yang kelak menjadi cikal bakal organisasi Taekwon-Do terbesar di tanah air, PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia)

Baca Juga :  Dua Kali Laga Final Tekuk Persib Bandung, Persija Jakarta Rengkuh Gelar Juara Piala Menpora 2021

“Namun sayang, Harno Omar tak sempat melihat pesatnya perkembangan Taekwon-Do di Indonesia saat ini,” ungkap Antonius dengan lirih ketika ditemui kabarindo24jam, Sabtu (28/12/2021).

Harno wafat di usia 26 tahun, pada 6 September 1975, di Michigan, Amerika Serikat. Dari sejumlah sumber, Harno diketahui meninggal akibat terserang wabah nyamuk Michigan, yang saat itu menjadi pandemi di wilayah tersebut.

Guci penyimpanan abu jenazah almarhum Harno Omar. Disematkan gelar ‘Father of Taekwon-Do Indonesia’ oleh Jenderal Choi Hong Hi, Presiden ITF saat itu. 

Abu jenazah Harno Omar dibawa kembali ke Medan, dalam sebuah guci berwarna perunggu, yang merupakan anugerah dari Jenderal Choi Hong Hi, Presiden ITF saat itu. Pada guci tersebut disematkan gelar ‘Father of Taekwon-Do Indonesia (Bapak Taekwon-Do Indonesia)’. Abu jenazah Harno hingga kini disemayamkan di Tanjung Morawa, Deli Serdang.

“Penetapan Hari Taekwon-Do Indonesia ini adalah sebuah penghormatan bagi sosok yang sangat penting bagi perkembangan beladiri Taekwon-Do di Indonesia. Ironisnya, dalam perkembangan sejarah, banyak generasi sekarang yang tidak tahu sosok Harno Omar,” imbuh Antonius. (WHS)

Latest news

Thailand Singkirkan Vietnam, Indonesia Benamkan Singapura

SINGAPURA -- Sukses menahan imbang tanpa gol juara bertahan, Vietnam, Timnas Thailand akhirnya  lolos ke final Piala AFF 2020. Hasil seri itu terjadi dalam semifinal...
Baca Juga :  Dua Kali Laga Final Tekuk Persib Bandung, Persija Jakarta Rengkuh Gelar Juara Piala Menpora 2021

Imbang Lawan Vietnam, Indonesia Cuma Butuh Seri Lawan Malaysia

SINGAPURA -- Usai duel maut dengan tim Vietnam yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Bhisan, Singapura, Rabu petang (15/12/2021), timnas Indonesia akan menjalani laga...

Meski Mental Pemain Menurun, Optimisme Tekuk Vietnam Mencuat

SINGAPURA -- Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengakui bahwa mental pasukannya saat ini sedang tak terlalu baik jelang lawan skuad Vietnam di laga lanjutan Piala...

Laga Kedua Piala AFF, Indonesia Ceploskan 5 Gol ke Gawang Laos

SINGAPURA -- Tim Nasional Indonesia sukses mencetak kemenangan dengan skor telak 5-1 atas kesebelasan Laos dalam lanjutan Piala Sepakbola Piala AFF 2020. Dalam pertandingan yang...

Mantan Kepala BIN Minta Kapolri Tingkatkan Prestasi Sepeda Indonesia

JAKARTA -- Di tengah kesibukannya menjalankan tugas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo masih memberikan perhatian dan menyisihkan waktunya untuk mengurus...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here