Kabarindo24jam.com | Middle East – Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan merilis rekaman video yang menunjukkan operasi penyitaan dua kapal komersial di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dua kapal yang disita diidentifikasi sebagai MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia. Otoritas Iran menyatakan kedua kapal tersebut diduga melanggar aturan pelayaran, termasuk tidak memiliki izin yang diperlukan serta diduga memanipulasi sistem navigasi saat melintasi jalur strategis tersebut.
Insiden ini terjadi dalam konteks gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat yang sebelumnya diperpanjang oleh Presiden AS, Donald Trump. Penyitaan kapal berlangsung hanya beberapa jam setelah perpanjangan tersebut diumumkan.
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa tindakan Iran tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Hal ini dikarenakan kapal yang disita bukan milik Amerika Serikat maupun Israel.
Namun demikian, Washington tetap mengkritik tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang meningkatkan ketegangan di kawasan.
Di sisi lain, Amerika Serikat diketahui masih mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran Iran. Iran sendiri menilai kebijakan tersebut sebagai tindakan bermusuhan dan bertentangan dengan semangat gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Laporan terpisah menyebutkan bahwa dalam proses penyitaan, terjadi kontak senjata terhadap salah satu kapal yang mengakibatkan kerusakan, meskipun tidak ada laporan korban jiwa dari awak kapal.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait kelanjutan perundingan antara kedua pihak. Upaya mediasi internasional, termasuk yang difasilitasi oleh Pakistan, masih menghadapi ketidakpastian.
(Ls/*)







