Senin, 15 April 2024

Menteri Agama Harapkan Momentum Natal Dapat Mewujudkan Harmoni Dalam Kemajemukan

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat merayakan Natal, 25 Desember 2020 kepada umat Kristiani di Indonesia. Ketua Umum GP Ansor yang akrab dengan sapaan Gus Yaqut  ini berharap, kebahagiaan Natal menyertai umat Kristiani dan mampu membangkitkan semangat mewujudkan kehidupan damai serta harmoni dalam kemajemukan Indonesia.

Dia mengimbau di tengah wabah virus corona (Covid-19) agar perayaan Natal 2020 digelar secara sederhana. Selain itu, umat Kristiani juga diimbau menghindari dan menjauhkan diri dari perilaku konsumtif serta pemborosan.

“Selamat Natal 2020, semoga kebahagiaan Natal menyertai umat Kristiani. Kehidupan damai dalam harmoni kemajemukan Indonesia juga tetap terjaga Rayakan Natal dengan penuh kesederhanaan dan terus berbagi kasih pada sesama,” ujar Gus Yaqut dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, terpenting dari perayaan Natal, yaitu kesadaran umat Kristiani untuk semakin dekat dengan Maha Kuasa sebagai pemberi hidup bagi manusia. Kesadaran itu diwujudkan dalam perubahan dan pembaharuan pola hidup ke arah yang lebih baik.

Baca Juga :  Ketum PAN Tegaskan Politik SARA di Pilpres Membahayakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

“Peringatan Natal pada hakikatnya momentum bagi umat Kristiani untuk meningkatkan kesadaran anugerah keselamatan telah Tuhan berikan bagi umat manusia,” ucapnya.

Dia menyampaikan, perayaan Natal juga sebagai sarana meningkatan kualitas hidup beragama umat Kristiani. Peningkatan kualitas itu diharapkan berdampak pada meningkatnya pengabdian kepada bangsa dan negara, sesuai teladan Yesus Kristus yang senantiasa memberi yang terbaik bagi umat manusia.

Selain itu, kepada para tokoh agama dan umat Kristiani, dia mengajak untuk menjadi pelopor pemersatu bangsa, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

“Para pemimpin umat beragama perlu membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi yang mengajarkan kebersamaan dan sikap toleransi,” katanya. (AL/****)

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini