Sabtu, 25 September 2021

Militer Myanmar Bunuh Demokrasi, Presiden dan Aung San Suu Kyi Ditangkap

NAYPYITAY — Para jendral militer Myanmar tak tahan lagi untuk menguasai pemerintahan setelah keluhan dan protesnya atas hasil Pemilihan Umum 2020 tak berbuah hasil. Senin pagi (1/2/2021), pihak militer mengepung Ibukota Myanmar, Naypyitay dan kota terbesar, Yangoon, serta menangkap Presiden Win Myint dan State Counsellor Aung San Suu Kyi.

Tindakan itu menandai dimulainya kembali kekuasaan militer yang dipimpin Panglima Jenderal Senior Min Aung Hlaing sekaligus momentum hilangnya kebebasan sipil dan demokrasi di negeri yang sejak berdiri terjerat kemiskinan akibat cengkraman militer di semua lini kehidupan. 

“Kekuasaan pemerintahan sudah diserahkan ke Panglima Militer Angkatan Bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, untuk menjamin stabilitas politik dan keamanan negara,” kata siaran yang disampaikan televisi yang dikuasai militer dan disiarkan ke seluruh penjuru Myanmar. 

Sinyal akan terjadinya kudeta militer di Myanmar sebenarnya sudah ditangkap oleh sejumlah duta besar negara sahabat yang kemudian menekan pihak militer untuk tidak melakukan tindakan yang bisa menimbulkan kekacauan politik.

Hal itu diungkapkan lewat pernyataan bersama dari Kedutaan Besar Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat (AS) dan 12 negara Eropa. “Kami meminta pihak militer dan semua partai di negara ini untuk mematuhi norma-norma demokrasi, dan menentang segala upaya untuk mengubah hasil pemilu atau demokrasi Myanmar,” kata mereka seperti dikutip dari Voice of America.

Sementara Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Gutierres mengingatkan dan mendesak semua pihak untuk menghentikan segala bentuk hasutan dan berpegang pada norma demokrasi dan menghormati hasil pemilu. “Khususnya pihak militer, agar tidak mengambil tindakan gegabah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolsek Akrab Narkoba, Kapolri Murka, Anak Buahnya se-Indonesia Wajib Tes Urine

Sebelumnya pada Rabu (27/1/2021) lalu, Panglima Militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan tentang penghapusan konstitusi. Dia menegaskan bahwa konstitusi harus dicabut jika tak dipatuhi. Ini tentu saja terkait dengan sengketa hasil Pemilihan Umum yang dianggapnya dipenuhi kecurangan.

Hubungan pihak militer dan pemerintah memang tengah renggang terkait hasil pemilihan umum (pemilu), 8 November lalu. Kala itu, NLD berhasil memenangkan 83 persen kursi di parlemen. Militer pun menegaskan terjadinya kecurangan dalam pemilu. Namun, Komisi Pemilihan menolak tuduhan kecurangan yang dikeluarkan militer Myanmar.

Ibu kota Myanmar, Naypyitaw dan kota utama, Yangon dilaporkan telah dikepung oleh para tentara di tengah penangkapan para pemimpin partai berkuasa Myanmar, Senin (1/2) dini hari waktu setempat. BBC melaporkan bahwa sambungan telepon dan internet terputus di Naypyitaw. 

Mengutip pernyataan dari anggota keluarga para menteri, Kepala Menteri Regional Myanmar juga dibawa pergi setelah tentara mengunjungi rumah mereka. Kantor BBC di Asia Tenggara mengatakan tindakan militer seperti kudeta skala penuh. Meskipun militer berjanji pekan lalu untuk mematuhi konstitusi.

Di bawah konstitusi itu, memang militer memiliki kekuatan signifikan untuk mengumumkan keadaan darurat. “Namun menahan para pemimpin politik seperti Suu Kyi adalah langkah yang provokatif dan sangat berisiko, yang mungkin akan ditentang keras,” bunyi laporan BBC.

Pada 8 November 2020, pemilihan umum di Myanmar menandai pemilihan umum kedua negara itu sejak berakhirnya kekuasaan militer pada 2011. Partai yang berkuasa di negara itu, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi, menang telak. (BBC/AP/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Mobil Dinas Eks Bupati Bogor 2 Tahun Tak Dikembalikan, Ternyata Sudah Pindah Tangan

Elite PDIP Ancam Berikan Sanksi, Relawan Ganjar Mengecam

BENGKULU -- Merebaknya kabar di media massa tentang DPP PDI Perjuangan akan memberikan sanksi kepada salah satu kader terbaiknya, Ganjar Pranowo, terkait isu sebagai...

Diduga Terima Suap Rp 250 Juta, KPK Jadikan Bupati Kolaka Timur Tersangka

JAKARTA - Terciduk dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari (22/9/2021), Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan anak...

Ketua DPRD DKI Sebut Gubernur Anies Bertanggungjawab atas Kasus Lahan Munjul

JAKARTA -- Gubernur Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa siang (21/9/2021), memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPL) terkait...

Ketua DPR Redam Spekulasi Soal Panglima TNI, Pilihan Presiden Pasti yang Terbaik

JAKARTA -- Beberapa pekan terakhir ini beredar berbagai spekulasi dan analisa politik soal figur atau perwira tinggi bintang empat pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto...

Dilarang Anggarkan Pengadaan Pakaian, Sekretaris Dewan Nekat Lawan Ketua DPRD Jambi

JAMBI -- Kegaduhan politik terjadi di wilayah Provinsi Jambi. Hal itu menyusul perseteruan antara Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Provinsi Jambi Emi Nopisah...
- Advertisement -

Related news

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...

Kasetukpa Polri Berangkatkan 44 Dokter ke ajang PON XX di Papua

SUKABUMI - Bertempat di lapangan Sutadi Ronodipuro-Sukabumi, Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, memimpin apel keberangkatan Satgas Kesehatan...

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris memberikan penegasan khusus bahwa Pemerintah Daerah dan jajaran beserta masyarakat Provinsi Jambi telah siap melaksanakan kegiatan...

Jelang Rakerda dan Harlah, Ketua PPWI Kabupaten Bogor Sambangi Mabes Polri.

JAKARTA – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melakukan audiensi dengan Divisi Humas Mabes Polri, baru-baru ini. Asudiensi diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here