Kabarindo24jam.com | Abu Dhabi – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah serangan drone dilaporkan terjadi di dekat fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah, Uni Emirat Arab (UAE), pada 17-18 Mei 2026 waktu setempat.
Pemerintah UAE mengonfirmasi sebuah generator listrik di area luar kompleks PLTN Barakah mengalami kebakaran setelah terdampak serangan drone. Dan menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kebocoran radiasi dalam insiden tersebut.
Operasional fasilitas disebut tetap berjalan normal.
Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) juga menyebut sistem keselamatan reaktor tetap berfungsi dan tingkat radiasi berada dalam kondisi aman. Salah satu reaktor sempat menggunakan generator darurat sebelum pasokan listrik kembali dipulihkan.
PLTN Barakah merupakan fasilitas nuklir pertama di dunia Arab yang berada di wilayah Al Dhafra, Abu Dhabi. Pembangkit tersebut memasok sekitar seperempat kebutuhan listrik UAE.
Hingga kini belum ada kelompok yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pemerintah UAE menyatakan investigasi masih berlangsung untuk menelusuri asal drone yang menyerang area fasilitas strategis tersebut.
Sejumlah laporan internasional menyebut dugaan keterlibatan kelompok bersenjata pro-Iran di Irak mulai mengemuka. Associated Press melaporkan UAE menyebut drone yang digunakan dalam serangan diduga berasal dari wilayah Irak.
Di sisi lain, Iran membantah tuduhan yang mengaitkan Teheran dengan serangan tersebut. Pemerintah Iran menyebut berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya sebagai propaganda dan memperingatkan bahwa stabilitas kawasan Teluk dapat terdampak apabila tekanan terhadap Iran terus meningkat.
IAEA menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menghindari aktivitas militer di sekitar fasilitas nuklir demi mencegah risiko kecelakaan yang dapat berdampak luas terhadap kawasan.
(LS/*)







