Kabarindo34jam.com | BANDA ACEH – Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan.
Kericuhan terjadi setelah pengibaran bendera Bulan Bintang di area kompleks masjid. Sebelum kericuhan, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu pagi dan menjadi salah satu agenda peringatan Hari Damai Aceh.
Situasi kemudian berubah ketika seseorang memanjat tiang bendera di halaman masjid, menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera Bulan Bintang.
Pengibaran tersebut diikuti yel-yel dari sebagian massa sebelum situasi berkembang menjadi ketegangan.
Kericuhan dilaporkan terjadi sekitar menjelang siang. Massa dan aparat kemudian terlibat aksi saling berhadapan.
Laporan dari Petugas yang berjaga di ruas jalan depan masjid mendapat lemparan batu, sementara kendaraan yang berada di sekitar lokasi turut terkena lemparan.
Petugas sempat memberikan imbauan melalui pengeras suara agar massa menghentikan aksi dan membubarkan diri.
Ketika situasi semakin tidak terkendali, aparat kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.
RRI juga melaporkan penggunaan gas air mata dalam upaya mengendalikan kericuhan sehingga massa berlarian meninggalkan kawasan sekitar masjid.
Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan. Laporan lapangan menyebut kaca beberapa kendaraan pecah setelah terkena lemparan batu. Terdapat pula laporan mengenai satu sepeda motor dinas yang diduga milik aparat mengalami kebakaran.
Namun, identitas pemilik kendaraan dan jumlah keseluruhan kendaraan yang rusak atau terbakar belum dapat dipastikan secara independen.
Laporan lokal lainnya menyebut terdapat suara letusan ketika situasi memanas dan ada laporan mengenai tembakan peringatan.
Kericuhan membuat warga yang berada di sekitar Masjid Raya Baiturrahman berlarian untuk menjauh dari lokasi.
Hingga saat ini belum tersedia angka resmi yang dapat dipastikan mengenai korban luka maupun korban lainnya. Demikian pula belum ada data terverifikasi mengenai jumlah orang yang diamankan atau ditangkap terkait kericuhan tersebut.
Informasi mengenai korban dan penanganan hukum masih menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang.
(Ls/*)







