Jaksa Agung Ajak Seluruh Insan Adhyaksa Refleksikan Kembali Makna Literasi

Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin mengajak seluruh Jaksa atau insan Adhyaksa untuk merefleksikan kembali makna literasi sebagai kompetensi mendalam yang mencakup kemampuan membaca, menulis, serta berpikir kritis dalam mengolah informasi secara komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan ruang strategis bagi peradaban hukum yang berfungsi sebagai pusat pengembangan pengetahuan hukum progresif serta katalisator bagi lahirnya Jaksa yang berintegritas dan berwawasan global,” ujar Burhanuddin menyikapi kegiatan PERSAJA Literacy Space yang diselenggarakan di Jakarta, baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

Jaksa Agung menyoroti tema HUT PERSAJA ke-75 yaitu “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan RI dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”. Ia memaknai hiposentrum sebagai pusat kekuatan yang tidak hanya menopang, tetapi juga menggerakkan PERSAJA agar tampil sebagai episentrum intelektual dan profesional.

Hal itu menjadi sangat krusial mengingat tantangan hukum saat ini tidak lagi hanya terbatas pada aturan formal, melainkan pada pola pikir dalam memahami dan menjalankan aturan tersebut di tengah perkembangan informasi yang sangat pesat.

Lebih lanjut, Jaksa Agung mengungkapkan keprihatinannya terhadap fakta literasi di Indonesia, di mana survei Perpustakaan Nasional menunjukkan penurunan kebiasaan membaca rutin pada anak muda dari 54% di tahun 2015 menjadi 37%.

Kondisi ini diperkuat dengan data UNESCO tahun 2024 yang merilis bahwa minat literasi di Indonesia hanya sebesar 0,001%, yang berarti hanya satu dari seribu orang yang rajin membaca. “Oleh karena itu, kehadiran PERSAJA Literacy Space diharapkan mampu mengubah paradigma dan membangun kembali kapasitas intelektual Jaksa guna memperkuat kepercayaan publik,” imbuh Jaksa Agung.

Burhanuddin juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karya-karya buku yang dihasilkan oleh para Jaksa sebagai warisan intelektual dan rekam integritas untuk masa depan hukum Indonesia. Melalui karya-karya tersebut, Ia menegaskan bahwa Jaksa tidak hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga harus unggul di ruang pemikiran.

Jaksa Agung pun berharap PERSAJA Literacy Space menjadi infrastruktur intelektual yang berkelanjutan guna memastikan PERSAJA tetap berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *