Rabu, 26 Januari 2022

Bukan Suap, Eks Penyidik KPK Akui Bahwa Aziz Syamsudin Cuma Pinjamkan Uang

JAKARTA – Eks Wakil Ketua DPR RI yang juga mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Azis Syamsuddin, mengaku kecewa kepada eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju yang akibat perbuatannya menyeret Aziz menjadi terdakwa kasus dugaan pemberian suap.

“Pertama, saya sangat kecewa karena dengan permasalahan ini saya ada di posisi ini, saya jadi terdakwa,” kata bekas ‘orang kuat’ di kancah politik nasional itu dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (20/12/2021)

Azis kini menjadi terdakwa dugaan pemberian suap senilai Rp 3,099 miliar dan 36.000 dolar AS sehingga totalnya sekitar Rp 3,619 miliar kepada Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain terkait dengan pengurusan perkara dan penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

“Hanya permohonan maaf kepada terdakwa sehingga terdakwa terjerat permasalahan ini,” kata Robin yang menjadi saksi dalam perkara tersebut. Sebelumnya Robin menyebut tidak mendapatkan suap dari Azis Syamsuddin, melainkan meminjam uang sebesar Rp 200 juta.

“Saudara saksi pernah minjam uang saya, saya sebagai terdakwa, kemudian saya sudah pernah tagih kepada saksi dua kali, dan saudara saksi belok kiri belok kanan. Apa saudara saksi punya ingat untuk mengembalikan uang?” tanya Azis kepada Robin.

“Masih ingat,” jawab Robin. “Dari kemampuan saudara, saksi akan kembalikan yang ini?” tanya Azis. “Saya sudah bicara dengan keluarga. Nanti keluarga akan mengecek,” jawab Robin.

Pengakuan Robin di persidangan mengenai pihaknya meminjam uang Rp 200 juta dari Azis berbeda dengan dakwaan Azis yang disebut meminta bantuan Robin untuk mengurus kasus yang melibatkan Azis dan kader Golkar, Aliza Gunado, terkait penyelidikan KPK mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah.

Baca Juga :  Komjen Listyo Diantar Kapolri ke DPR, Didampingi 6 Jendral Rapat di Komisi III

Robin lalu menerima uang muka sejumlah Rp 100 juta dan Maskur Husain menerima sejumlah Rp 200 juta melalui transfer rekening milik Azis Syamsudin pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2020; sejumlah 100.000 dolar AS pada tanggal 5 Agustus 2020, dan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Maret 2021 sejumlah 171.900 dolar Singapura.

Uang-uang tersebut sebagian ditukarkan ke mata uang rupiah sehingga total uang diterima Robin dan Maskur sebesar Rp 3.099.887.000,00 dan 36.000 dolar AS. Selanjutnya uang dibagi-bagi sehingga Robin memperoleh Rp799.887.000,00, sedangkan Maskur Husain memperoleh Rp 2,3 miliar dan 36.000 dolar AS.

Atas keterangan Robin tersebut, Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan sepanjang persidangan Robin tidak mengakui perbuatan. “Robin selama di persidangan tidak mengakui perbuatannya menerima sejumlah uang dan diduga justru sengaja menutupi peran dari Azis,” kata Ali Fikri.

Ali meminta Robin tidak memberikan keterangan di luar sidang karena hal tersebut tidak memiliki nilai pembuktian. “KPK sangat yakin dengan alat bukti terkait dengan adanya kerja sama antara Robin, Azis Syamsuddin, Syahrial dan Maskur Husain. Dan Jaksa akan buktikan di depan persidangan,” imbuhnya. (***/CP)

Latest news

Baca Juga :  Khusus Tangani Kalangan Swasta yang Terlibat Korupsi Pejabat, KPK Bentuk AKBU

KPK Cari Tahu Peran eks Wakil Menteri terkait Kasus Formula E

JAKARTA -- Diam-diam, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah melakukan pemeriksaan terhadap eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal sebagai saksi dalam...

Kasus Satelit Kemenhan, Jaksa Agung Tak Mau Sentuh Militer

JAKARTA -- Guna memperjelas sekaligus meredam beragam spekulasi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan satelit Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan bahwa dalam kasus...

Terkait Kasus Satelit, Ryamizard Tegaskan Dirinya Selamatkan Kepentingan Negara

JAKARTA -- Dugaan korupsi kasus satelit Slot Orbit 123 yang merugikan negara ratusan miliar rupiah dibawa ke ranah pidana sesuai instruksi Presiden Jolie Widodo...

Dugaan Aliran Uang Bupati PPU ke Pemilihan Ketua Demokrat Kaltim Ditelusuri KPK

JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan, bahwa penyidik akan mengusut dugaan aliran suap yang diterima Bupati Penajam Paser Utara (PPU),...

Transaksi di Mall Jakarta, Bupati Penajam Paser Utara Disergap KPK

JAKARTA -- Satuan Tugas Penindakan KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi. Kali ini, Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gofur, dan 10...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here