CENTCOM Rilis Rekaman Operasi Terbaru, Militer AS Klaim Serang Fasilitas Rudal, Drone, dan Pertahanan Udara Iran pada Malam ke-12

Kabarindo24jam.com |WASHINGTON, D.C. – Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman yang telah dideklasifikasi (unclassified) yang memperlihatkan operasi militer terbaru terhadap sejumlah sasaran strategis Iran, di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Menurut pernyataan resmi CENTCOM, operasi tersebut merupakan malam ke-12 berturut-turut dari rangkaian serangan militer Amerika Serikat terhadap target-target militer Iran atas arahan Presiden AS Donald Trump. Sasaran yang dihantam meliputi gudang penyimpanan rudal dan drone, aset pertahanan udara, posisi pengawasan pesisir, serta kemampuan maritim Iran.

CENTCOM menyatakan tujuan operasi tersebut adalah mengurangi kemampuan militer Iran dalam mengancam pelayaran komersial dan keselamatan pelaut sipil, khususnya di jalur-jalur pelayaran strategis kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Bacaan Lainnya

Operasi Berlanjut dengan Sasaran Infrastruktur Militer
Dalam rekaman yang dipublikasikan, terlihat sejumlah serangan presisi terhadap fasilitas militer yang diklaim digunakan untuk mendukung operasi rudal, drone, pengawasan pantai, serta kemampuan pertahanan udara Iran.

Pihak militer Amerika menyebut operasi difokuskan pada sasaran militer dan infrastruktur yang dinilai mendukung kemampuan ofensif Iran. Hingga berita ini ditulis, CENTCOM belum merinci jumlah target yang dihancurkan maupun estimasi kerusakan yang ditimbulkan.

Pemerintah Iran belum mengeluarkan laporan resmi yang memverifikasi rincian kerusakan maupun jumlah korban akibat gelombang serangan terbaru tersebut.
Serangan terbaru merupakan kelanjutan dari kampanye militer Amerika Serikat yang dalam beberapa hari terakhir secara konsisten menargetkan:
Gudang rudal balistik dan drone.
Sistem pertahanan udara.
Pos pengawasan pantai.
Radar dan fasilitas pemantauan maritim. nfrastruktur yang diklaim mendukung operasi militer Iran di kawasan.

Washington menegaskan operasi dilakukan untuk membatasi kemampuan Iran mengancam kebebasan navigasi internasional dan melindungi kapal dagang yang melintasi perairan strategis.
Ketegangan Regional Terus Meningkat
Operasi militer ini berlangsung di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang telah meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah.

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan juga diwarnai laporan mengenai serangan rudal dan drone, ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah dan Teluk, serta meningkatnya aktivitas kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *