Rabu, 29 September 2021

Diambil Alih Pemerintah, Manajemen TMII Merasa Tak Pernah Rugikan Negara

JAKARTA — Beberapa hari setelah Pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Direktur Utama TMII Mayjend Purn TNI Achmad Tanribali Lamo akhirnya menjelaskan pengelolaan TMII selama berdiri dan sejak ia menjabat. TMII tidak pernah memakai uang negara dalam aktivitas manajemen dan pengelolaan operasionalnya.

“Selama ini, Taman Mini tidak pernah menerima APBN dan APBD, tetapi tetap diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuamgan (BPK). Itu karena Taman Mini masuk bagian dari Setneg (Sekretariat Negara)” kata Achmad saat konferensi pers bersama Yayasan Harapan Kita, Minggu (11/4/2021).

Achmad juga menjawab tudingan soal pernyataan bahwa TMII tidak pernah menyetorkan penerimaan ke kas negara. Menurutnya selama ini dalam pemeriksaan BPK, TMII tidak pernah membuat kerugian bagi negara, sehingga tidak ada lagi yang perlu dibayarkan untuk mengganti itu.

Menurut Achmad hal itu tertuang dalam hasil laporan BPK dari 2003 hingga semester 1 2018. Begitu juga saat dia menjabat sejak Februari 2018 hingga saat ini. “Dari kesimpulan akhir pemeriksaan BPK menyebutkan Taman Mini sampai dengan semester 1 2018 tidak terdapat kasus kerugian negara,” ujarnya.

“Kalau kita simak pernyataan ini maka sebenarnya tidak ada lagi ya yang tidak pernah disetorkan Taman Mini sampai dengan semester 2 2020. Tidak ada kerugian negara dan tidak ada lagi kerugian lain dalam ini untuk menyetorkan kepada negara,” tambah Achmad.

Direktur Utama TMII dan Sekretaris Yayasan Harapan Kita sebagai pengelola TMII menggelar jumpa pers sebagai jawaban atas keputusan pemerintah mengambil alih pengelolaan kepada Kemensetneg Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani peraturan Presiden No.19/2021 tentang Pengelolaan TMII per 31 Maret 2021.

Pemerintah pun memberikan waktu 3 bulan bagi Yayasan Harapan Kita untuk mengalihkan pengelolaan kepada Kemensetneg. “Temuan dari BPK di Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih dari dari Kemensetneg untuk aset yang dikuasai negara,” kata Sekretaris Kemensetneg Setya Utama, di Jakarta, Rabu (7/4) lalu.

Baca Juga :  Audit Rampung, Kerugian Negara dalam Kasus Asabri Segera Diungkap BPK

Sedikitnya ada empat alasan di balik penetapan pengambil-alihan pengelolaan TMII oleh pemerintah pusat itu. Keempat sebab itu merupakan rekomendasi dari audit dari sejumlah lembaga. Alasan pertama, kata Setya, adanya pengarahan dari Kemensetneg kepada pengelola TMII agar meningkatkan kualitas layanan jauh hari sebelum hasil audit sejumlah lembaga dikeluarkan.

Selain arahan dari pemerintah, hasil audit yang berisi sejumlah temuan dan rekomendasi menyebutkan bahwa pengelolaan TMII harus diambil alih oleh pemerintah pusat. “Mulai dari tim legal audit dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana, kemudian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan masuk untuk audit finansial, dan terakhir ada temuan dari BPK,” ucap Setya.

Yayasan Harapan Kita diketahui telah mengelola taman seluas 100,4 hektare di Jakarta Timur tersebut selama 44 tahun atau sejak 1977 melalui Kepres No 51/1977. Setelah diteken Perpres baru, secara otomatis keputusan sebelumnya tidak lagi berlaku atau berakhir.

Sebelum dilakukan serah terima, Yayasan Harapan Kita juga dilarang membuat atau mengubah perjanjian atau perikatan terkait pengelolaan TMII dengan pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari Kemensetneg.

Larangan membuat atau mengubah perjanjian pengelolaan TMII ini juga tidak terbatas pada pelepasan aset, perjanjian hutang, perjanjian sewa menyewa, perjanjian penjaminan, perjanjian kerja, penerbitan surat utang, dan perjanjian lain yang menimbulkan pembebanan atas tanah, bangunan, dan/atau aset lain yang berada di atas tanah dimaksud. (***/CP/Theo)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas, Aparatur Negara Harus Senang Melayani

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...

Kunjungi Pusdiklatpassus, Menhan Prabowo Ingatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan TNI

JAKARTA - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Letnan Jendral TNI Purn Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Komando...

Aziz Tahu Diri Setelah Ditahan KPK, Jabatan Wakil Ketua DPR Dilepas

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, akhirnya tahu diri setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke balik jeruji tahanan KPK pada Jumat (24/9/2021)....

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...
- Advertisement -

Related news

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Jadi Idaman Kaum Pria, Anya Merasa Terbebani

Anya Geraldine, sosok artis yang dikenal memiliki penampilan aduhai, ia menjadi salah satu selebritis idaman kaum pria. Namun siapa sangka, jika ternyata pesona atau...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here