Rabu, 17 Agustus 2022

Kapolri Minta Perwira Pimpinan Lebih Peka akan Permasalahan di Lapangan

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh perwira tinggi dan menengah, khususnya level pimpinan, untuk lebih peka dan mampu melaksanakan mapping atau pemetaan masalah di lapangan dengan baik untuk menentukan langkah, mulai dari preemtif hingga represif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolri Listyo Sigit mengemukakan filosofi yang harus dicamkan jajaran Polri, yaitu ‘jangan padamkan api pada saat api besar, tetapi padamkan api ketika masih kecil’. Maksudnya, jajaran Polri harus bergerak cepat untuk segera meminimalisir hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Jangan padamkan api, pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Ini bisa dilakukan kalau kita jeli dan bisa melihat di lapangan. Kita mampu melaksanakan monitoring, langkah dan evaluasi yang benar,” kata Kapolri saat memimpin acara serah terima jabatan memimpin upacara serah terima sejumlah perwira tinggi Polri di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Dia juga menyinggung munculnya fenomena pelanggaran oknum anggota kepolisian khususnya di media sosial (medsos) dan viral di masyarakat. Perbuatan segelintir oknum itu, menurut Kapolri, berpengaruh pada personel lainnya yang sudah bekerja keras dan baik dalam menjalankan tugasnya.

“Akhir-akhir ini kita menghadapi fenomena dan menjadi keprihatinan kita, muncul banyak viral penyimpangan anggota. Tentunya ini berdampak pada rekan-rekan yang sudah bekerja keras dan hasilnya telah dirasakan masyarakat,” keluhnya.

Di hadapan para Jendral polisi, mantan Kepala Bareskrim ini juga menegaskan, ke depannya dia tidak ingin ada lagi oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Karenanya, perwira Polri harus menjadi contoh pimpinan yang tak ragu memberi hukuman dan bertindak tegas kepada oknum yang melanggar.

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Dianggap Sebagai Sosok Berbahaya Bagi Keutuhan Bangsa

“Ini harus ditanamkan di diri kita. Kita bisa tegas kalau kita menjadi teladan yang baik. Kita ragu apabila tidak menjadi teladan. Potensi penyimpangan harus diperbaiki, apakah pemahamannya yang keliru sehingga harus ubah mindsetnya. Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan,” tegasnya.

Selain acara serah terima jabatan, Kapolri Sigit juga memimpin upacara korps raport atau kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi terhadap 11 perwira tinggi Polri. Yakni, dua irjen menjadi komjen, tiga brigjen menjadi irjen dan enam kombes menjadi brigjen.

Adapun jabatan yang diserah terimakan tersebut antaranya Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, Asisten Logistik Kapolri, Kepala Korps Lalulintas, Kadiv Hubungan Masyarakat Polri hingga beberapa Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda.

Berikut 11 pati yang dinaikkan setingkat lebih tinggi beserta jabatan baru yang dipercayakan;

  1. Komjen Pol Sutanto – Pati Baintelkam Polri (penugasan pada BSSN sebagai Wakil Kepala).

  2. Komjen Pol Ahmad Dofiri Kabaintelkam Polri.

  3. Irjen Pol Charles Bonardo Sadatua Nasution Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

  4. Irjen Pol Suhaendra penugasan pada BNPT.

  5. Irjen Pol Helmy Santika Sahlijemen Kapolri.

  6. Brigjen Pol Rudi Antariksawan Dir Samapta Korsabhara Polri.

  7. Brigjen Pol Heru Koco Auditor Kepolisian Utama Tingkat III Itwasum Polri.

  8. Brigjen Pol Yusri Yunus Dir Regident Korlantas Polri.

  9. Brigjen Pol Untung Widyatmoko Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

  10. Brigjen Pol Teddy Gusnandar penugasan pada BIN.

  11. Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto Dir Tipideksus Bareskrim Polri. (***/Cok)

Latest news

Baca Juga :  Bukan OTT, Tim KPK Geruduk Tanjung Balai Untuk Pendalaman Kasus Korupsi

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Pemilih Partai Nasdem Lebih Menghendaki Ganjar Ketimbang Anies

JAKARTA - Setelah Partai NasDem merekomendasikan tiga calon presiden 2024 hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa, Lembaga survei Saiful Mujani...

Anak Mantan Bupati Bogor Soroti Penyebab Terjadinya Kasus Suap BPK

CIBINONG -- Kasus suap pejabat dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat yang menyeret Bupati Bogor (non aktif) Ade Yasin dan tiga...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here