Rabu, 26 Januari 2022

Petani di Cijeruk Butuh Bantuan dan Kunjungan Penyuluh Pertanian

CIJERUK – Sektor pertanian yang saat ini tentunya tak lepas dari perkembangan teknologi. Salah satunya, teknologi pengolahan lahan sawah dengan menggunakan alat membajak tanah atau hand tractor. Sayangnya, tak semua petani bisa menikmati teknologi karena kelompok tani yang mendapat bantuan dari pemerintah masih terbatas.

Untuk mengolah lahannya, banyak petani yang masih menyewa traktor kepada pemilik perseorangan. Kalaupun ada traktor yang dikelola kelompok tani, jumlahnya masih belum cukup untuk semua petani.

“Pakai hand tractor bisa lebih cepat. Tetapi harga sewa dan ongkosnya mahal,” ujar Heru, seorang petani di Kampung Balakang RT 01 / RW 07 Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk. kepada wartawan, baru-baru ini.

Lebih lanjut Heru menuturkan, selama ini dirinya menggarap sawah secara manual. Karena itu, dia mengaku butuh arahan dan pembinaan dari Dinas Pertanian sejauh mana hasil tani dan perkebunan disini layak atau tidak.

“Sudah cukup lama petugas penyuluhan tidak turun ke lapangan, dulu saat kantor UPT Pertanian masih aktif, ada penyuluh yang ke Caringin, tapi saat ini sudah tidak pernah lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Verifikasi Data Desa Bermasalah, Dana Samisade Tahap Kedua Tak Bisa Direalisasi

Dia menambahkan, di Desanya ada kelompok tani dan gapoktan yang membeli pupuk dengan kartu tani bersubsidi dan jenis pupuk bersubsidi hanya urea, sedangkan yang lain dan obat- obatan untuk pertanian harganya cukup mahal sehingga tak terjangkau.

“Harapan saya agar penyuluh dari Dinas Pertanian secara konsisten berkunjung ke desa kami agar para petani yang bercocok tanam atau berkebun bisa mengetahui apakah yang mereka tanam ini terkena hama dan apakah layak hasil panennya,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Ir.Siti Nurianty MM, menyampaikan pihaknya beserta penyuluh akan terjun ke lokasi untuk meninjau dan mengetahui seperti apa kondisi terkini.

“Apakah petani disana sudah berkelompok atau belum, jika belum makan kita harus bentuk kelompoknya-kelompoknya, karena bantuan pemerintah hanya melalui kelompok tani,” ujarnya.

Kemudian, tambah Sity, pihak akan melihat potensi wilyah dan permasalahan disana seperti apa. “Kami dari Dinas atau penyuluh akan segera turun ke lapangan melalui KUPT dan petugas PPL di tingkat kecamatan,” kata Sity. (Tian)

Latest news

Pernyataan Arteria Dahlan Terkait Bahasa Sunda Resahkan Masyarakat

BANDUNG - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jabar Ono Surono telah melapor ke DPP PDIP terkait dinamika di Jawa Barat menyusul pernyataan kontroversial Arteria Dahlan...
Baca Juga :  Bupati Bogor Berharap Anak Buahnya Menang Seleksi PNS Berprestasi se-Jawa Barat

Gempa di Laut Goyang Empat Daerah, 17 Kecamatan di Pandeglang Paling Terdampak

PANDEGLANG - Guncangan gempa berkekuatan 6,7 Magnitudo yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang-Provinsi Banten, Jum'at (14/1/2022), menimbulkan kerusakan banyak bangunan dan mengakibatkan kepanikan luar...

Sejumlah Pejabat Pemkot Depok Jadi Tersangka Mafia Tanah

DEPOK --  Kasus dugaan mafia tanah yang merugikan seorang pensiunan Jendral bintang dua TNI AD di Kota Depok - Jawa Barat, berhasil diungkap Tim Direktorat...

Puluhan Perwira Polda Lampung Naik Pangkat, Eks Sekpri Kapolri Jadi Komisaris Besar

BANDAR LAMPUNG - Puluhan perwira pertama dan 3 perwira menengah Polda Lampung naik pangkat setingkat lebih tinggi. Salah satunya adalah Direktur Reserse Kriminal Umum...

Kantor Baru PWRI Kabupaten Bogor Megah dan Representatif

BOGOR -- Menyambut pergantian tahun 2021 ke 2022, Jumat (31/12/2021), DPC Persatuan Wartawan Republik IIndonesia (PWRI) Kabupaten Bogor menggelar syukuran dan selamatan kantor baru...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here