PKK Kabupaten Bogor Gencarkan Bantuan untuk Masyarakat Lansia dan Anak Berkebutuhan Khusus

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bogor yang dipimpin istri Bupati Bogor, Eva Rudy Susmanto, menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat lanjut usia (lansia) dan anak berkebutuhan khusus di Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) Citeureup, pada akhir pekan lalu.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sosial berupa sembako dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari, namun juga dirangkaikan dengan berbagai layanan sosial dan kesehatan. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, layanan psikolog, kegiatan mendongeng bagi anak-anak, serta program “Ngamumule Indung” sebagai bentuk penghormatan kepada para orang tua.

Bacaan Lainnya

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi Bogor Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial, memupuk rasa simpati dan empati, serta memperkuat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti lansia dan anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Eva Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (29/4/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dan integrasi program antara TP PKK Kabupaten Bogor dengan Dinas Sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini kami menerima kunjungan dari PKK Kabupaten Bogor dengan berbagai kegiatan, mulai dari pembagian sembako, pemberian alat permainan seperti boneka, hingga layanan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikolog. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para klien di Balai Kesejahteraan Sosial,” jelasnya.

Farid menambahkan, saat ini terdapat 33 klien yang berada di BKS Citeureup, terdiri dari berbagai latar belakang, seperti lansia terlantar, eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta masyarakat yang sakit tanpa keluarga. Selain itu, BKS juga menjadi tempat pembinaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang secara rutin mengikuti kegiatan belajar.

“Anak-anak berkebutuhan khusus yang tadi berada di aula merupakan peserta didik yang mengikuti kegiatan belajar di sini sebanyak tiga kali dalam seminggu. Di sini juga terdapat PKBM yang diselenggarakan oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bogor,” tambahnya. (Cok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *