Rabu, 26 Januari 2022

Tak Bisa Tembus Blokade Aparat, Aksi Massa 212 Gagal Total

JAKARTA — Adanya penolakan Masjid Az Zikra Sentul dijadikan lokasi reuni alumni 212 dan ketatnya penjagaan serta penyekatan aparat keamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, membuat massa 212 tak bisa memenuhi niatnya untuk menggelar acara, baik di kawasan Monas maupun di Sentul, Kabupaten Bogor pada Kamis (2/12/2021).

Dari pantauan di sejumlah lokasi, aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri memukul mundur massa aksi Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang sedang melakukan aksi berjalan kaki menuju kawasan Monas. Aparat keamanan terlihat membubarkan massa dari arah Tanah Abang menuju Sudirman dengan melintasi simpang Mandiri di Jalan MH. Thamrin.

Saat membubarkan diri, massa aksi dari PA 212 itu turut membentangkan spanduk eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS). Tak hanya itu, massa aksi yang didominasi kaum emak-emak tersebut juga turut melantunkan shalawat sekaligus sesekali menggemakan takbir.

Setidaknya ada ratusan anggota Brimob Polri yang diback up personil TNI dari Kodam Jaya yang membubarkan massa aksi tersebut menggunakan kendaraan tugas masing-masing.

Sterilisasi juga dilakukan di kawasan Monas (Monumen Nasional) yang direncanakan akan menjadi lokasi Reuni 212. Sejumlah aparat dari aparat TNI-Polri melakukan penjagaan secara ketat. Akses jalan menuju kawasan ini juga dibatasi oleh sejumlah kawat dan barrier.

Dari sisi barat, akses jalan menuju kawasan Jalan Merdeka Barat dari arah Harmoni dan Jalan Ir. Juanda disekat dengan menggunakan barrier dan kawat. Polisi mengalihkan lalu lintas yang ingin masuk ke kawasan Thamrin menuju ke Jalan Suryopranoto.

Baca Juga :  Hati-Hati Simpan Dana Pemda di Bank, Bisa Kena Kasus Jika Terima Bunga Deposito

Kemudian polisi menyekat akses jalan menuju jalan Merdeka Selatan juga disekat dengan menggunakan barrier dan kawat. Jalan Medan Merdeka Selatan pun tanpa steril tidak ada ada massa Reuni 212 yang berhasil masuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyatakan, dalam aksi yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212, pihaknya meyakinkan tak ada satupun massa aksi yang ditahan atau diberikan sanksi pidana.

Diketahui, aksi yang dihadiri sekitar 500 massa aksi tersebut tidak mendapatkan izin, baik dari Polda Metro Jaya, Satgas Covid-19 maupun Pemerintah Daerah DKI Jakarta. “Dari mereka tidak ada yg ditahan, ataupun diperiksa ataupun dikenakan sanksi pidana tidak ada,” kata Zulpan.

Adapun hal yang membuat pihak kepolisian tak menjatuhkan sanksi kepada massa aksi PA 212, karena kata dia, keseluruhannya itu tidak memaksakan diri untuk tetap menggelar reuni. Kendati begitu, beredar kabar kalau sempat ada belasan massa aksi yang diamankan aparat keamanan.

Hal itu juga dikonfirmasi Zulpan bukan untuk diberikan sanksi, melainkan hanya dilayangkan teguran dan imbauan. “Bukan diamankan, diperiksa, dibawa ke kantor polisi tidak ya, tapi memang ada kumpulan-kumpulan anak muda tadi malam berkelompok ya itu tentunya kita himbau untuk tidak mendekat kawasan Patung kuda,” tukasnya.

Sementara itu, KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melakukan patroli di kawasan Jakarta Pusat. Dudung ingin memastikan kesiapan pasukan khusus TNI Angkatan Darat di dalam mengantisipasi Reuni 212. (***/Cok)

Latest news

Baca Juga :  LAKSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Rumah Dp 0%

TNI AD Sebut Poster Haikal Hassan Ceramah di Yonif Raider Malang Adalah Hoaks

JAKARTA- Markas Besar TNI Angkatan Darat (AD) merasa gerah dan langsung mengklarifikasi poster yang beredar luas di media sosial terkait kedatangan pendakwah...

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Tinggal Disahkan Kemenkumham

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendatangi kantor Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) untuk...

Instansi Pemerintahan Sebentar Lagi Bebas Pegawai Honorer, Tinggal PNS dan PPPK

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan, kedepan cuma ada dua status pegawai di instansi pemerintahan, yakni pegawai...

Mantan Bupati Naik Level Jadi Kepala LKPP

BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi periode 2010-2020, Abdullah Azwar Anas, resmi menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) setelah dilantik oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala...

Kritik Rencana Formula E, Giring PSI Kuatir Indonesia Dipermalukan

YOGYAKARTA -- Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha terus memberikan sorotan kritis terhadap rencana penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E 2022 yang...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here