Selasa, 26 Oktober 2021

Berbahaya!! Masyarakat Cenderung Mempercayai Asumsi Daripada Kebenaran

JAKARTA — Di era disrupsi digital terdapat sejumlah tantangan yang harus disikapi para jurnalis atau pemburu informasi. Salah satunya, yaitu perubahan perilaku masyarakat dalam menerima dan menyikapi informasi, baik itu yang berasal dari media massa maupun sosial media.

Moeldoko berpandangan, di era post-truth (pasca kebenaran) masyarakat sekarang ternyata lebih percaya asumsi ketimbang data. “Masyarakat post-truth, lebih percaya pada persepsi dan asumsi, dibanding data dan kebenaran,” tutur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko dalam sesi diskusi Webinar menyambut Hari Pers Nasional, Minggu (7/1/2021).

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI ini mengingatkan agar wartawan tidak terjebak memanfaatkannya. “Pemerintah kini dihadapkan pada efek post truth, ujaran kebencian hingga pola kekerasan di ruang publik, efeknya bisa kita hitung sampai seberapa jauh ruang publik itu tetap sehat,” katanya.

Moeldoko melanjutkan, demokrasi harus tumbuh dan ada trust (kepercayaan) pada kerja-kerja pelayanan publik. Atas dasar itu, Moeldoko meminta agar jurnalis tak lupa menggembleng diri. “Jurnalis saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah, itu tadi saya katakan perlunya kita semakin menggembleng diri,” ucapnya.

Mantan Kepala Staf TNI AD ini pun mengingatkan bahwa era disrupsi telah menjadi game changer (pengubah permainan), sehingga pengaruh disrupsi digital terasa sangat signifikan dalam sendi kehidupan bangsa dan negara.

Baca Juga :  KPK Tampar Wajah Pemkab Bogor, Bertahun-Tahun Tak Punya Perda RTRW

“Terutama sekali perubahan media dan ekonomi media. Media terutama para jurnalis ditantang menggembleng diri lebih keras, menghadapi tantangan akibat disrupsi digital. Misalnya dalam hal kecepatan, akurasi, atau fakta dan informasi,” urainya.

Dalam webinar bertajuk ‘Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan keberlanjutan profesi wartawan dan Penerbitan Pers di tengah Gempuran Disrupsi Digital’ ini, konglomerat pemilik grup usaha Media Trans Corp Chairul Tanjung juga mengutarakan pandangannya.

Dia mengatakan kondisi pandemi semakin menutupi celah bisnis, termasuk di dunia media massa, maka kiat terbaik saat ini adalah menciptakan peluang usaha. “Jika peluang tak ada, apa yang harus dilakukan? Maka ciptakan peluang usaha. Inilah prinsip jika mau jadi entrepreneur (wirausahawan),” ujarnya.

Chairul mengemukakan bahwa setiap daerah dan media punya tantangan dan peluang berbeda-beda. “Dan secara teori ini tidak ada, misalnya hadapi sebuah tantangan harus langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya. Jadi jalan keluar sebuah tantangan harus dicari yang disesuaikan dengan karakter daerah dan media masing-masing,” jelasnya.

Dia mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital, hanya dengan modal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp 5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis yang menjanjikan. Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Wapres Harapkan Mathlaul Anwar Tunjukan Islam yang Ramah kepada Dunia

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Wisatawan Bebas ke Bali, Panglima TNI dan Kapolri Atensi Khusus Tempat Karantina

BADUNG – Seiring dengan turunnya level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Provinsi Bali dan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, maka sejak...

PPATK dan Kemenkeu Fokus pada Masalah Pencegahan Penggelapan Pajak dan Pencucian Uang

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tengah menyoroti aspek Tax Evasion atau penggelapan pajak dan Trade Based Money Laundering atau pencucian uang dengan skema...

Masyarakat Dukung Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Langgar Aturan Dalam Bertugas

JAKARTA -- Apresiasi serta dukungan publik terus mengalir terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk...

Jaksa Geledah Kantor dan Sita Dokumen KPU Tanjabtim, Inspektorat Tuding Gegabah!

JAMBI -- Menyusul tindakan Jaksa menggeledah kantor dan menyita dokumen KPUD Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Inspektorat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyampaikan...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here