Rabu, 17 Agustus 2022

Berbahaya!! Masyarakat Cenderung Mempercayai Asumsi Daripada Kebenaran

JAKARTA — Di era disrupsi digital terdapat sejumlah tantangan yang harus disikapi para jurnalis atau pemburu informasi. Salah satunya, yaitu perubahan perilaku masyarakat dalam menerima dan menyikapi informasi, baik itu yang berasal dari media massa maupun sosial media.

Moeldoko berpandangan, di era post-truth (pasca kebenaran) masyarakat sekarang ternyata lebih percaya asumsi ketimbang data. “Masyarakat post-truth, lebih percaya pada persepsi dan asumsi, dibanding data dan kebenaran,” tutur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko dalam sesi diskusi Webinar menyambut Hari Pers Nasional, Minggu (7/1/2021).

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI ini mengingatkan agar wartawan tidak terjebak memanfaatkannya. “Pemerintah kini dihadapkan pada efek post truth, ujaran kebencian hingga pola kekerasan di ruang publik, efeknya bisa kita hitung sampai seberapa jauh ruang publik itu tetap sehat,” katanya.

Moeldoko melanjutkan, demokrasi harus tumbuh dan ada trust (kepercayaan) pada kerja-kerja pelayanan publik. Atas dasar itu, Moeldoko meminta agar jurnalis tak lupa menggembleng diri. “Jurnalis saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah, itu tadi saya katakan perlunya kita semakin menggembleng diri,” ucapnya.

Mantan Kepala Staf TNI AD ini pun mengingatkan bahwa era disrupsi telah menjadi game changer (pengubah permainan), sehingga pengaruh disrupsi digital terasa sangat signifikan dalam sendi kehidupan bangsa dan negara.

Baca Juga :  Datangi Bahar Smith, Danrem Bogor Minta Tidak Ceramah Provokatif

“Terutama sekali perubahan media dan ekonomi media. Media terutama para jurnalis ditantang menggembleng diri lebih keras, menghadapi tantangan akibat disrupsi digital. Misalnya dalam hal kecepatan, akurasi, atau fakta dan informasi,” urainya.

Dalam webinar bertajuk ‘Jurnalisme Berkualitas: Menguatkan keberlanjutan profesi wartawan dan Penerbitan Pers di tengah Gempuran Disrupsi Digital’ ini, konglomerat pemilik grup usaha Media Trans Corp Chairul Tanjung juga mengutarakan pandangannya.

Dia mengatakan kondisi pandemi semakin menutupi celah bisnis, termasuk di dunia media massa, maka kiat terbaik saat ini adalah menciptakan peluang usaha. “Jika peluang tak ada, apa yang harus dilakukan? Maka ciptakan peluang usaha. Inilah prinsip jika mau jadi entrepreneur (wirausahawan),” ujarnya.

Chairul mengemukakan bahwa setiap daerah dan media punya tantangan dan peluang berbeda-beda. “Dan secara teori ini tidak ada, misalnya hadapi sebuah tantangan harus langkah A atau B. Setiap tantangan pasti ada jalan keluarnya. Jadi jalan keluar sebuah tantangan harus dicari yang disesuaikan dengan karakter daerah dan media masing-masing,” jelasnya.

Dia mencontohkan, peluang yang terbuka saat ini adalah produk TV digital, hanya dengan modal beberapa kamera yang harganya sekitar Rp 5 jutaan sudah bisa melakukan bisnis yang menjanjikan. Padahal dulu butuh dana hingga ratusan miliar rupiah tetapi kini dengan mudah bisa memanfaatkan kanal digital semacam Youtube. (***/CP)

Latest news

Baca Juga :  Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dukung UKM Perempuan Sangat Penting

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

Prabowo – Muhaimin Jajaki Duet di Pilpres 2024

JAKARTA -- Usai hiruk-pikuk Rakernas Partai Nasdem 2022 yang mengusulkan tiga nama Calon Presiden, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto langsung merespon hal tersebut dengan...

Pemilih Partai Nasdem Lebih Menghendaki Ganjar Ketimbang Anies

JAKARTA - Setelah Partai NasDem merekomendasikan tiga calon presiden 2024 hasil rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa, Lembaga survei Saiful Mujani...
- Advertisement -

Related news

Ulama di Jawa Barat Dukung Ganjar Jadi Presiden 2024-2029

CIANJUR -- Mantan anggota DPR RI dua periode yang kini menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memang sosok fenomenal dan kharismatik. Tak heran, ketika...

Setelah Irjen Sambo, Satu Brigadir Jendral dan Kombes Dinonaktifkan dari Jabatannya

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mendengar aspirasi publik dengan menonaktifkan sementara dua anggotanya buntut dari kematian Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir...

Sekretaris Kompolnas Dituding Jadi Pembela Irjen Sambo

JAKARTA -- Komentar dan pernyataan Sekretaris Lembaga Kompolnas Benny Mamoto dalam wawancara di beberapa televisi nasional menuai kritik dari masyarakat luas lantaran dianggap lebih...

Merasa Dikriminalisasi, Bendum PBNU Janji Libas Mafia Hukum

JAKARTA - Setelah satu hari namanya terkonfirmasi petugas Imigrasi sebagai orang yang dicekal berdasarkan permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here