Kamis, 2 Desember 2021

Polisi Masih Dalami Bukti dan Gali Keterangan Saksi Terkait Pengeroyokan Personil TNI-Polri

JAKARTA — Tim reserse Polda Metro Jaya hingga Senin malam (19/4/2021), masih terus mengumpulkan bukti-bukti serta menggali keterangan sejumlah saksi terkait kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan kematian Bharatu YSB anggota Brimob Polri dan melukai anggota TNI AD, Serda DB di Jalan Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu pagi (18/4).

“Sudah diperiksa saksi sekitar lima, enam orang yang diduga menyaksikan atau mengetahui kejadian tersebut. Masih kami dalami,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Dan Tubagus pun memastikan belum ada pelaku yang ditangkap dari kasus itu. Pernyataan Direskrimum itu sekaligus membantah kabar yang beredar di salah satu akun Instagram, bahwa lima orang pria dikabarkan telah ditangkap. “Belum. Belum ada yang ditangkap,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, menjelaskan keributan terjadi di sebuah bar pada Minggu sekitar pukul 06.30 WIB. “Memang telah terjadi suatu keributan di sebuah Bar di sana. Sampai sekarang masih terus didalami anggota,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/4).

Baca Juga :  Untuk Perkuat Pertahanan, Komponen Cadangan Amat Penting Dimiliki oleh Negara

Dalam kejadian itu, anggota Brimob yang merupakan pengemudi Kepala Baintelkam Mabes Polri mengalami luka tusuk dan tewas saat dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Serda DB yang diketahui personil Kopassus AD masih bisa diselamatkan meski mengalami luka yang tak sedikit.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0504 Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustiana, membenarkan adanya aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI. “Memang betul dari pihak TNI jadi korban, tim Polda Metro Jaya dan Pomdam Jaya sudah melakukan penyelidikan atas kasus itu,” kata Ucu.

Secara terpisah, Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudihartono, ketika dihubungi wartawan membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan tersebut. Tapi camat mengaku belum tahu detil kronologi pengeroyokan anggota Brimob dan TNI itu.

“Kejadiannya sih benar. Cuma persisnya seperti apa, saya belum dapat informasinya,” kata camat yang mengaku melihat foto korban meninggal dunia. “Tapi kronologinya seperti apa saja juga belum tahu,” ungkapnya.

Informasi peristiwa berdarah di Obama Cage awalnya ini disiarkan oleh akun instagram @infokomando. Akun tersebut menampilkan sebuah rekaman video CCTV pengeroyokan anggota TNI dan Polri. (***/Husni)

Latest news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...
Baca Juga :  Sejumlah Operasi Tangkap Tangan, Menjadi Bukti KPK Masih Kuat

Bentrok Anggota Kopassus dengan Personil Brimob Bikin Geram Panglima TNI

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa seketika merasa gusar dan kecewa mendengar kabar Satgas Nanggala Kopassus TNI AD terlibat bentrokan dengan...

Jaksa Agung Bakal Tindak Pimpinan Kejaksaan yang Tak Bisa Awasi Kinerja Anak Buah

JAKARTA -- Jaksa Agung Republik Indonesia, Sanitiar Burhanuddin, menegaskan bahwa dirinya akan mengevaluasi sampai mencopot jabatan para pimpinan unit kerja dan kewilayahan, yang tidak bisa...

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...

KPK Minta Pengusaha dan Pejabat Jangan Lagi Lakukan Praktik Suap Menyuap

JAKARTA -- Kalangan atau para pengusaha di seluruh tanah air, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah, diminta agar jangan lagi memberi suap kepada penyelenggara negara. Praktik...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here