Minggu, 17 Oktober 2021

Setiap Bulan, Badan Anti Teror Perangi Ratusan Konten Radikal di Media Sosial

JAKARTA — Paham radikal yang menjadi embrio dari terorisme di tanah air ternyata makin hari kian menyelusup ke tengah masyarakat. Hal itu tercermin dari temuan pihak berwenang yang mendapatkan ratusan konten baru bermuatan radikalisme di media sosial (medsos) setiap bulan.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar dalam sebuah acara webinar membahas terorisme di Jakarta, Sabtu, (8/5/2021). “Setidaknya dalam satu bulan itu ada konten yang mengarah radikal antara 150-300,” kata Boy.

Temuan itu merupakan hasil kerja dan monitoring tim siber BNPT bekerjasama dengan satuan Cyber Crime Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang aktif menelusuri dunia maya, khususnya medsos.

Atas hal itu, jelas Boy, pihaknya bersama instansi terkait melakukan analisis terhadap ratusan konten itu. Selanjutnya, BNPT melakukan perang atau kontra narasi untuk mencegah masyarakat terpengaruh akibat konten berkategori berbahaya tersebut.

“Selain kontra narasi, tentunya yang kita lakukan adalah langkah-langkah penegakan hukum terhadap pengelola konten oleh aparat penegak hukum (Polri),” ujar jenderal bintang tiga yang pernah menjabat Kapolda Papua itu.

Baca Juga :  Diciduk Polisi Narkoba, Anji Tersandung Kasus Kepemilikan Ganja

Boy pun menegaskan, bahwa kontra narasi sangat penting dilakukan, sebab pengguna internet di Indonesia pada data terakhir mencapai 200 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 180 juta orang adalah pengguna medsos seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

“Hal Ini tentu saja menjadi sebuah kondisi yang sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan. Sebab kita meyakini bahwa internet, khususnya medsos,  menjadi sarana komunikasi yang efektif oleh kelompok pengusung ideologi terorisme,” katanya.

Menurut mantan Kepala Divisi Humas Polri tersebut, di dalam konten berbahaya itu banyak mengandung unsur propaganda, ideologi radikal, dan intoleran. “Saya yakin sekali masyarakat rentan atau lugu mudah terpapar hal tersebut,” ucap Boy.

Hal itu bisa terjadi, katanya lagi, karena tingkat pendidikan. Dimana,  masyarakat dengan keluguan, kesederhanaan, dan tidak kritis, mudah menerima pesan radikal yang dilakukan secara terus-menerus. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Bos Akun Youtube ‘Aktual TV’ Raup Miliaran Rupiah dari Konten Hoaks, Dibekuk Polisi

JAKARTA -- Polda Metro Jaya melalui Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan Direktur BSTV Bondowoso, Arief Zainurrohman  (AZ), sebagai tersangka postingan diduga hoaks dan berbau Suku, Agama dan...
Baca Juga :  Pensiunan Jendral dan Intelektual Harus Dukung Penanganan Covid, Bukan Jadi Provokator

Bukan Jabatan Ketua, Serunya Berebut Sekretaris DPC di Muscab PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Bogor menetapkan sejumlah keputusan strategis dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX di Puncak,...

Pemimpin NU Harus Berani Lawan Intoleransi dan Radikalisme di Tanah Air

KEDIRI -- Para ulama atau kiai sepuh ternyata menginginkan agar figur yang nanti menjadi ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) adalah pemimpin yang berani...

Peningkatan Nilai Tambah Industri Sangat Penting untuk Kepentingan Rakyat

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa nilai tambah dari industri energi dan mineral di Tanah Air harus terus ditingkatkan. Oleh karena nilai tambah yang...
- Advertisement -

Related news

Tuntaskan Masalah Pertanahan, Kabupaten Bogor Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

BOGOR -- Guna menyelesaikan permasalahan pertanahan di Bumi Tegar Beriman yang kerap terjadi dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor...

BNNP Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 6 Karung Ganja

BENGKULU -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sukses gagalkan upaya  penyelundupan ganja sebanyak 6 karung yang terdiri dari 5 karung berisi 25...

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Arus Bawah Ingin Usep Supratman Jabat Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Meski pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan sukses menelurkan sejumlah keputusan penting,...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here