Terbit Online Edisi Perdana Vatican News Bahasa Indonesia Bertepatan Hari Lahir Pancasila

Kabarindo24jam.com|Jakarta, Rabu (03/06/2026) – Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, telah terbit secara online edisi perdana Vatican News dalam Bahasa Indonesia. Peluncuran edisi perdana ini menandai langkah penting dalam perluasan komunikasi Gereja universal melalui ruang digital, sekaligus membuka akses lebih luas bagi umat berbahasa Indonesia untuk mengikuti perkembangan resmi dari Takhta Suci Vatikan.

Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Rm. Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo Pr, menyebutkan bahwa kehadiran bahasa Indonesia dalam media resmi Takhta Suci Vatikan merupakan sebuah jembatan komunikasi yang bermakna.

Bacaan Lainnya

“Upaya menghadirkan Bahasa Indonesia di media resmi Takhta Suci Vatikan ini adalah untuk menghadirkan Gereja dunia ke Indonesia dan menghadirkan Gereja di Indonesia ke dunia,” ujarnya, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan bahwa kehadiran edisi online perdana ini bukan sekadar perluasan bahasa, melainkan juga bagian dari perjumpaan iman dan komunikasi global Gereja yang semakin inklusif di era digital.

Selanjutnya, Vatican News edisi Bahasa Indonesia akan terbit secara online secara berkelanjutan, sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah dijalin antara Dicastery for Communication Vatikan dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Dalam kerja sama tersebut, KWI berperan dalam koordinasi konten berbahasa Indonesia, penyelarasan konteks pastoral dan kebangsaan, serta penguatan komunikasi antara Takhta Suci Vatikan dan umat Katolik Indonesia.

– Massimiliano Menicheti (Kepala Radio Vatican), Trias Kuncahyono (Dubes RI untuk Takhta Suci), Dr Paolo Ruffini (Prefek Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, Vatikan), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo (Ketua Komisi Komsos KWI), Andrea Tornielli (Direktur Editorial Vatican News) dan AM Putut Prabantoro (Founder/ Penasihat PWKI) dalam penandatanganan MoU penggunaan secara resmi Bahasa Indonesia di Vatikan, Rabu (25/3/2026). Foto: PWKI

Kehadiran Vatican News dalam Bahasa Indonesia diharapkan menjadi ruang baru pertukaran informasi dan dialog iman yang semakin memperkaya peran Gereja di tingkat lokal maupun global.

Momentum ini sekaligus selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang menegaskan persatuan, kemanusiaan, dan solidaritas dalam kehidupan berbangsa.

Kilas Balik
Bahasa Indonesia secara resmi digunakan di Vatikan melalui Vatican News, ditandai dengan penandatanganan MOU antara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci, di Vatikan, Rabu (25/3/2026).

Ketua Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Asni Ovier Dengen Paluin menyatakan kegembiraannya dengan penandatanganan tersebut karena PWKI terlibat langsung dan menjadi inisiator penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News.
“Tidak dapat dipungkiri, MoU penggunaan bahasa Indonesia itu berawal dari usulan PWKI. Yang mengusulkan adalah Founder PWKI AM Putut Prabantoro dan Lucius Gora Kunjana pada Juni 2022,” ujar Ovier, yang ikut hadir menyaksikan momen bersejarah itu.

Selain Ovier, hadir juga dalam penandatanganan MOU tersebut delegasi PWKI, AM Putut Prabantoro (Founder), Mayong Suryo Laksono (Penasihat), Stanislaus Jumar Sudiyana (Sekretaris), dan Bonfilio Mahendra Wahanaputra (Hubungan Antar Lembaga).
Penasihat PWKI, Mayong Suryo Laksono, menegaskan bahwa PWKI beberapa kali ke Vatikan sejak Juni 2022. Tujuan utamanya adalah bahasa Indonesia harus menjadi salah satu bahasa resmi di Vatikan. Bahasa Indonesia menjadi sangat relevan untuk digunakan di Vatican News dengan berbagai pertimbangan.

“Kami memang sangat concern dengan usulan tersebut dan terus mengawalnya. Vatikan mempunyai posisi strategis di mata dunia. Namun bahasa kita belum digunakan di Vatican News. Sementara kalau dilihat secara dalam, Indonesia memiliki penduduk jauh lebih banyak daripada Malaysia, misalnya, yang bahasa Melayunya telah digunakan. Atau juga bahasa Hindi, Mongolia, dan Kanada. Belum lagi jika kita menghitung peziarah Indonesia yang ke Vatikan. Indonesia pada tahun Yubelium 2025 menduduki peringkat kedua terbanyak dalam mengadakan kunjungan ke Vatikan. Selain itu masih banyak faktor lainnya untuk menyatakan Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi,“ ujar Mayong Suryo Laksono.

Pada Juni 2022, PWKI secara resmi mengajukan usulan penggunaan bahasa Indonesia di Vatikan kepada Dubes RI untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung. Yang mengajukan usulan adalah AM Putut Prabantoro (Founder PWKI) dan Lucius Gora Kunjana (Sekretaris PWKI).

Penggunaan Bahasa Indonesia ini merupakan momentum strategis bagi geopolitik Indonesia. Negara Vatikan (Takhta Suci) adalah negara kedua terbanyak setelah Amerika Serikat yang memiliki hubungan diplomatik seluruh dunia. Jika Amerika Serikat memiliki hubungan diplomatik dengan 193 negara. Sementara Vatikan memilki hubungan diplomatik formal dengan 184 negara.

Ditandatanganinya MoU penggunaan resmi Bahasa Indonesia. menurut Putut Prabantoro yang juga mantan pengajar Lemhannas di bidang Ideologi, juga menguatkan kebijakan Geopolitik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam pakta militer manapun, menjalin persahabatan dengan semua bangsa, dan tidak memihak kekuatan besar. Hal ini juga untuk menjelaskan keberhasilan kebijakan “Good Neighbour Policy“ Presiden Prabowo kepada negara-negara sahabat.

“Good Neighbour Policy” ini pertama kali diucapkan oleh Presiden Prabowo pada November 2023. Presiden Prabowo menegaskan kembali kebijakan itu pada Rabu, 18 Februari 2026 dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat.

Pengunaan Bahasa Indonesia oleh Vatikan menjelaskan bahwa Indonesia dan Takhta Suci merupakan sahabat sejak diakuinya kemerdekaan Indonesia oleh Vatikan pada Juli 1947. Dan penggunaan bahasa Indonesia ini juga untuk memeringati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci.

Juni 2022
Cetusan pertama kali usulan tersebut diajukan PWKI kepada Dubes RI untuk Takhta Suci, Laurentius Amrih Jinangkung pada Juni 2022. Namun Laurentius Amrih Jinangkung hanya sesaat menjadi Dubes untuk Takhta Suci karena kemudian diangkat menjadi Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional (HPI) Kemenlu RI. Sebelum kembali ke Indonesia, ia kemudian meminta KBRI untuk Takhta Suci meneruskan dan mengadakan hubungan secara resmi dengan Dikasteri (Kementerian) Komunikasi Takhta Suci terkait dengan usulan tersebut.

Pada November 2022, PWKI mengadakan kunjungan ke Vatikan untuk beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Dalam kunjungan itu juga, diadakan pertemuan antara PWKI dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Dalam pertemuan itu, PWKI didampingi Lina Yanti Dilliane, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI untuk Takhta Suci dan staff KBRI yang lain.

PWKI sudah mempelajari cukup lama dan berkeinginan agar Vatikan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa komunikasi medianya. Keinginan itu terjadi sebelum tahun 2022. Dorongan itu semakin menguat, ketika Paus Fransiskus pada Februari 2022 dalam Hari Bakti Para Biarawan-Biarawati menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara sumber para biarawan-biarawati. Artinya, Paus Fransiskus mengakui bahwa Indonesia sebagai negara terbanyak mengirimkan para biarawan-biarawati ke seluruh penjuru dunia.

Dorongan untuk mempromosikan Bahasa Indonesia semakin kuat, ketika pada Mei 2022, diadakan pertemuan Paskah Sedunia (Misa Kudus) yang dipersembahkan bagi para misionaris Indonesia di seluruh dunia. Sekitar 4000 orang dan sebagian besar adalah biarawan-biarawati hadir dalam pertemuan Paskah Sedunia itu. Mereka berasal dari lebih 70 negara. Pertemuan Paskah Sedunia secara hybrid itu berjudul “Indonesia Goes To Continents” dan diselenggarakan oleh PWKI.

Ketika M Trias Kuncahyono diangkat sebagai Dubes RI untuk Takhta Suci yang baru, PWKI menginformasikan kepadanya tentang pekerjaan rumah yang belum selesai. Pada April 2024, dengan difasilitasi oleh KBRI untuk Takhta Suci sekali lagi diadakan pertemuan antara PWKI dan Dikasteri Komunikasi. Pada saat itu, rombongan PWKI dipimpin oleh Mayong Suryo Laksono, salah satu penasihat PWKI.

Sebelum berangkat ke Vatikan, rombongan PWKI memohon restu kepada Kardinal Ignatius Suharyo dan melaporkan tujuan kunjungan.

Dalam pertemuan April 2024 di Vatikan, delegasi PWKI dipastikan terkait jalan menuju MoU Penggunaan Bahasa Indonesia. Dikatakan Dikasteri Komunikasi bahwa penggunaan bahasa Indonesia di Vatican News hanya dapat dilakukan berdasarkan MoU.

Namun penandatanganan MoU hanya dapat dilakukan antara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Kunjungan ke Vatikan pada April 2024 tersebut ditindaklanjuti dengan laporan ke KWI.

Pada tahapan berikutnya, secara resmi, Dubes RI M Trias Kuncahyono, Rm Markus Solo Kewuta SVD dan Rm Agustinus Purnomo MSF mengadakan lobi dengan Dikasteri untuk menegaskan kembali progres terkait MoU tersebut.

Berkat koordinasi dan kerja sama yang baik antara PWKI, KBRI untuk Takhta Suci, dan KWI, penggunaan resmi Bahasa Indonesia dalam Vatican News akhirnya terwujud dan mulai hadir bagi pembaca Indonesia pada 1 Juni 2026. (*)Ð

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *