Wali Kota Dedie Tindaklanjuti Arahan Gubernur Terkait Penataan Kawasan Bersejarah Kota Bogor

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menindaklanjuti sejumlah arahan dan perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pengembangan tata ruang dan penataan kawasan bersejarah di daerah yang berjuluk Kota Hujan ini.

Dedie pun menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kepada Kota Bogor, khususnya terkait dengan pengembangan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Bacaan Lainnya

“Kita tentu bersyukur Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi mempunyai perhatian khusus terhadap Kota Bogor. Salah satunya tentang tata ruang Kota Bogor yang beliau sampaikan dan berikan perhatian khusus. Ini tentunya harus cepat disikapi oleh Pemkot dengan perencanaan dan persiapan lainnya,” ujar Dedie Rachim dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa salah satu kawasan yang mendapat perhatian dari Gubernur Dedi Mulyadi adalah Jalan Surya Kencana yang legendaris dengan kulinernya. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai ruang budaya dan destinasi sejarah yang menjadi identitas Kota Bogor.

“Bukan hanya jalan provinsi yang beliau akan berikan perhatian, tetapi Jalan Surya Kencana pun ternyata sangat berkesan bagi beliau dan ingin diberikan perhatian khusus. Ini selaras dengan rencana Pemkot Bogor kedepan yang ingin mengembangkan kawasan tersebut,” tuturnya.

Dedie Rachim menuturkan bahwa konsep penataan kawasan tersebut akan melalui tahapan perencanaan dan penganggaran sesuai tata kelola pemerintahan yang berlaku, termasuk penyesuaian dengan rencana tata ruang dan mekanisme penganggaran daerah.

“Ini semua tentu ada proses perencanaan dan penganggaran. Ide ini diungkapkan sekarang, tetapi proses pelaksanaannya pasti membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran. Dan yang terpenting anggarannya ada dan bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Ia pun berharap perhatian dan dukungan dari Pemprov Jawa Barat dapat memperkuat upaya penataan kawasan bersejarah sekaligus mendukung pelestarian identitas budaya Kota Bogor di masa mendatang.

Sebagai informasi, kawasan bersejarah di Kota Bogor sangat erat kaitannya dengan peninggalan Kerajaan Pajajaran dan era kolonial Belanda. Kota ini menampilkan perpaduan unik antara situs arkeologi, arsitektur kolonial, dan pusat penelitian botani yang telah diakui dunia.

Seperti Jalan Suryakencana, adalah kawasan pecinan tertua di Bogor yang dikenal sebagai pusat kuliner dan budaya. Di area ini berdiri Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio), salah satu klenteng tertua yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat Tionghoa sejak ratusan tahun lalu.

Kemudian area Istana dan Kebun Raya Bogor, jantung sejarah kolonial Bogor berpusat di area seluas 87 hektare. Adapun Istana Bogor dibangun pada 1745 oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff, tempat ini menjadi tempat kediaman resmi Presiden Republik Indonesia yang memiliki halaman luas dan terkenal dengan rusa-rusa yang berkeliaran.

Lalu Kebun Raya Bogor didirikan pada 1817 oleh Thomas Stamford Raffles, kebun botani tertua di Asia Tenggara ini menyimpan Monumen Olivia Raffles, makam kuno Belanda, dan koleksi tanaman langka. Di dalam area ini juga terdapat Museum Zoologi yang telah beroperasi sejak 1894.

Selanjutnya Situs Cagar Budaya Batutulis yang terletak di Jalan Batutulis. Kawasan ini merupakan situs tertua yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran. Di sini terdapat Prasasti Batutulis yang memuat tulisan Sunda Kuno peninggalan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) yang berasal dari tahun 1533 Masehi. (Man/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *