Kabarindo24jam.com | Cibinong – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan sektor pendidikan. Karenanya, Sastra menyebut betapa pentingnya kolaborasi semua pihak demi menciptakan generasi unggul di masa depan.
Sastra juga menekankan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas utama pembangunan daerah. “Hardiknas pengingat bagi kita untuk terus memperkuat komitmen dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ujar politisi muda Partai Gerindra tersebut dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (5/5/2026).
Ia lantas mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto yang dinilai serius dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai program yang dijalankan disebutnya sebagai upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif.
Menurutnya, DPRD akan terus berada di garis depan dalam mendukung kebijakan tersebut, termasuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan program agar berjalan lebih optimal. “Kami pun di legislatif siap mendukung penuh. Jika masih ada kekurangan, tentu akan kita benahi bersama agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Tak hanya pemerintah, Sastra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif. Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan. “Kita harus saling bahu-membahu meningkatkan kualitas pembelajaran dan fasilitas yang ada,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa penguatan sektor pendidikan di daerah sejalan dengan visi besar nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Dengan pendidikan yang kuat, kita optimistis bisa mencetak generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pemkab Bogor memprioritaskan sektor kesehatan dan pendidikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, 50 persen lebih APBD dikucurkan untuk kedua sektor itu. Dari alokasi tersebut, sektor pendidikan mendapatkan jatah anggaran 26 persen dari APBD 2026.
“Sektor pendidikan itu sekitar Rp3 Triliun. Kita anggarkan berarti 26 persen dari total ABPD,” kata Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan, beberapa waktu lalu. Anggaran itu diperuntukkan untuk bantuan sektor pendidikan mencakup dengan belanja pegawai pada sektor pendidikan di tahun 2026.
Sementara, pada sektor kesehatan, Pemkab Bogor mengalokasikan sekitar 24 persen atau Rp2 triliun lebih pada APBD 2026. “Untuk sektor kesehatan sekitar 23 sampai 24 persen. Sekitar Rp2 triliun lebih. Karena ada dinas kesehatan, terus 101 puskesmas, ditambah 4 RSUD,” papar dia.
Termasuk, kata dia, untuk anggaran Universal Health Coverage (UHC) yang merupakan program prioritas Bupati Rudy. “Makanya kan program prioritas. Jadi memang yang UHC itu hampir Rp900 miliar. Itu coba kita tetap tidak rubah alokasinya. Kita kedepankan pada visi misi bupati,” jelas dia.
Wildan menjelaskan, kedua sektor tersebut dianggarkan pada APBD tahun 2026 dengan rincian pendapatan Rp10,9 Triliun dan belanja Rp11,6 Triliun. “Pendapatan Rp10,9 triliun. PAD nya sekitar Rp5,6 triliun. Transfernya Rp5,3 triliun. Terus belanjanya sekitar Rp11,6 triliun,” pungkasnya. (Cok)







