Jumat, 18 Juni 2021

Forum Rektor Himbau Semua Kampus Tutup Ruang Gerak Penyebar Ekstrimisme

LAMPUNG — Menyusul aksi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar – Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021), Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB)  menyerukan kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi untuk tidak memberi ruang gerak di kampus-kampus atas berkembangnya ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila yang mengancam persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

Ketua FRPKB Prof Aom Karomani mengemukakan hal itu dalam keterangan tertulisnya dikutip dari laman NU, Senin (29/3/2021). Sebagai seorang akademisi, ia pun mengungkapkan bahwa banyak kampus yang terpapar paham radikal. Dan data dari Badan Intelijen Negara (BIN) juga menguatkan hal ini dengan semakin meningkatnya paham konservatif keagamaan di beberapa kampus.

Prof Aom memberi contoh masjid kampus yang tidak berada di dalam Organisasi dan Tata Kelola (OTK) kampus, menjadi tempat rawan paparan paham ekstremisme. Pasalnya, pihak kampus tidak bisa mengontrol mereka terkait siapa yang menjadi dai dan pemateri atau khatib Jumat serta bagaimana kaderisasi yang dilakukan di masjid.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) atau Rohis juga perlu ditata kembali dengan baik agar tidak ditunggangi pihak luar untuk kepentingan mereka. LDK/Rohis saat ini menurutnya memiliki keterikatan masif dengan dunia luar yang juga harus dibenahi.

“Termasuk rekrutmen para dosen dan guru-guru agama juga jangan sembarangan, mereka harus memiliki kompetensi. Jangan asal bisa baca Al-Quran dan pintar berbicara kemudian dijadikan dosen agama. Semua harus ditata ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemda Harus Usulkan Tiga Proyek Prioritas Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Saat ini lanjutnya, ada kecenderungan banyak dosen yang tidak memiliki pemahaman Islam Moderat. Mereka tidak berlatar belakang pesantren atau pendidikan agama tapi mereka dadakan. Sehingga ada mata kuliah diajarkan oleh bukan dosen agama dan mereka ini sudah terpapar paham radikal.

Alasannya hanya karena tidak tercukupinya jam mata kuliah. Jika hal ini tidak mendapat perhatian dan penanganan serius, maka akan menjadi ladang subur berkembangnya ajaran radikalisme dan ekstremisme yang bisa mengarah pada terorisme.

“Saya prihatin atas masih berkembangnya ajaran atau ideologi ekstremisme dan radikalisme yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak berprikemanusiaan dengan cara menyerang pihak lain yang tidak satu pandangan dengan mereka,” kata Profesor Aom yang juga Rektor Universitas Lampung.

Terkait Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3), FRPKB menyatakan prihatin atas aksi tak berprikemanusiaan tersebut dan menyerukan kepada seluruh komponen bangsa khususnya kampus perguruan tinggi untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang toleran, harmonis di tengah kebhinekaan bangsa.

“Tindakan teror bom tersebut merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama manapun dan merupakan tindakan yang melukai perasaan umat beragama di seluruh Indonesia,” katanya.  (NU/Nurali)

- Advertisement -

Latest news

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...
Baca Juga :  Masyarakat Diminta Waspada, Kaum Muda Jadi Sasaran Paham Radikalisme

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...
- Advertisement -

Related news

Kepala BNN Rotasi Belasan Pejabat Strategis, Brigjen Sukawinaya Jadi Sekretaris Utama

JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Petrus Golosse mempromosikan Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, ke jabatan strategis di lingkungan BNN sebagai Sekretaris...

Di Tengah Hiruk Pikuk Soal Calon Panglima TNI, KPK Tagih LHKPN Jendral Andika

JAKARTA -- Hiruk pikuk di ranah publik terkait dengan wacana pergantian Panglima TNI yang memunculkan nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa...

Ajang Pemilihan Presiden 2024 Ditentukan oleh Tiga Ketua Umum Parpol Besar

JAKARTA -- Lembaga konsultan dan survei politik terkemuka di tanah air, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, menyebutkan bahwa pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang...

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here