Rabu, 29 September 2021

Forum Rektor Himbau Semua Kampus Tutup Ruang Gerak Penyebar Ekstrimisme

LAMPUNG — Menyusul aksi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar – Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021), Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB)  menyerukan kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi untuk tidak memberi ruang gerak di kampus-kampus atas berkembangnya ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila yang mengancam persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

Ketua FRPKB Prof Aom Karomani mengemukakan hal itu dalam keterangan tertulisnya dikutip dari laman NU, Senin (29/3/2021). Sebagai seorang akademisi, ia pun mengungkapkan bahwa banyak kampus yang terpapar paham radikal. Dan data dari Badan Intelijen Negara (BIN) juga menguatkan hal ini dengan semakin meningkatnya paham konservatif keagamaan di beberapa kampus.

Prof Aom memberi contoh masjid kampus yang tidak berada di dalam Organisasi dan Tata Kelola (OTK) kampus, menjadi tempat rawan paparan paham ekstremisme. Pasalnya, pihak kampus tidak bisa mengontrol mereka terkait siapa yang menjadi dai dan pemateri atau khatib Jumat serta bagaimana kaderisasi yang dilakukan di masjid.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) atau Rohis juga perlu ditata kembali dengan baik agar tidak ditunggangi pihak luar untuk kepentingan mereka. LDK/Rohis saat ini menurutnya memiliki keterikatan masif dengan dunia luar yang juga harus dibenahi.

“Termasuk rekrutmen para dosen dan guru-guru agama juga jangan sembarangan, mereka harus memiliki kompetensi. Jangan asal bisa baca Al-Quran dan pintar berbicara kemudian dijadikan dosen agama. Semua harus ditata ulang,” tegasnya.

Baca Juga :  Jokowi Tegas Soal Pegawai KPK Tak Lolos Tes Kebangsaan, Jangan Sampai Rugikan Hak Pegawai

Saat ini lanjutnya, ada kecenderungan banyak dosen yang tidak memiliki pemahaman Islam Moderat. Mereka tidak berlatar belakang pesantren atau pendidikan agama tapi mereka dadakan. Sehingga ada mata kuliah diajarkan oleh bukan dosen agama dan mereka ini sudah terpapar paham radikal.

Alasannya hanya karena tidak tercukupinya jam mata kuliah. Jika hal ini tidak mendapat perhatian dan penanganan serius, maka akan menjadi ladang subur berkembangnya ajaran radikalisme dan ekstremisme yang bisa mengarah pada terorisme.

“Saya prihatin atas masih berkembangnya ajaran atau ideologi ekstremisme dan radikalisme yang memunculkan tindakan-tindakan yang tidak berprikemanusiaan dengan cara menyerang pihak lain yang tidak satu pandangan dengan mereka,” kata Profesor Aom yang juga Rektor Universitas Lampung.

Terkait Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3), FRPKB menyatakan prihatin atas aksi tak berprikemanusiaan tersebut dan menyerukan kepada seluruh komponen bangsa khususnya kampus perguruan tinggi untuk terus memelihara dan mewujudkan kehidupan yang toleran, harmonis di tengah kebhinekaan bangsa.

“Tindakan teror bom tersebut merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama manapun dan merupakan tindakan yang melukai perasaan umat beragama di seluruh Indonesia,” katanya.  (NU/Nurali)

- Advertisement -

Latest news

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...
Baca Juga :  KPK Ngamuk, Penyidik Gagal Dapatkan Bukti Perkara Akibat Operasi Penggeledahan Bocor

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...

Kunjungi Pusdiklatpassus, Menhan Prabowo Ingatkan Profesionalisme dan Kesiapsiagaan TNI

JAKARTA - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Letnan Jendral TNI Purn Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus Komando...

Aziz Tahu Diri Setelah Ditahan KPK, Jabatan Wakil Ketua DPR Dilepas

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, akhirnya tahu diri setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke balik jeruji tahanan KPK pada Jumat (24/9/2021)....

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...
- Advertisement -

Related news

Otoritas Keamanan Belanda Galau dan Pusing, Perdana Menterinya Mau Dibunuh Mafia

AMSTERDAM - Menyusul potensi ancaman pembunuhan akibat kebijakan memerangi mafia atau organisasi kejahatan, Dinas Keamanan Kerajaan dan Diplomatik serta Kepolisian Belanda kini tengah melakukan upaya...

Tudingan Keji dari Eks Panglima TNI Bikin Gusar Letjen Dudung

JAKARTA -- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad )Letjen TNI Dudung Abdurachman kecewa berat dan bahkan merasa sangat gusar atas tudingan dari seniornya...

Jadi Idaman Kaum Pria, Anya Merasa Terbebani

Anya Geraldine, sosok artis yang dikenal memiliki penampilan aduhai, ia menjadi salah satu selebritis idaman kaum pria. Namun siapa sangka, jika ternyata pesona atau...

Dinilai Tak Ilmiah, Panglima TNI Tolak Berpolemik Terkait ‘Ocehan’ Gatot Nurmantyo

JAKARTA -- Ocehan mantan Panglima TNI Jendral Purn Gatot Nurmantyo tentang hilangnya patung tiga tokoh militer di Museum Kostrad TNI AD sebagai indikasi pendukung PKI...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here