Minggu, 17 Oktober 2021

Menteri Dalam Negeri Ingatkan Kepala Daerah Tidak Genjot Belanja Anggaran di Akhir Tahun

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mengingatkan kepada Kepala Daerah dan jajaran Pemerintah Daerah agar merealisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara bertahap pertriwulan atau per quarter, jangan digenjot di akhir tahun agar tidak menyebabkan mandeknya program.

Untuk itu, Mendagri telah memerintahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri agar berkoordinasi dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan untuk intens memonitor daerah yang belum merealisasikan APBD di pertengahan tahun ini.

“Saya sudah perintahkan Dirjen Keuangan Daerah koordinasi dengan Kemenkeu untuk memantau daerah-daerah mana saja dan apa penyebabnya. Kalau memang tidak punya konsep untuk membelanjakan targetkan pertiga atau empat bulan berapa persen yang mau dibelanjakan, jangan digenjot di akhir tahun,” tegas Mendagri dalam keterangan persnya, Jumat (7/5/2021).

Selain itu, Mendagri berharap Kemenkeu dapat melakukan transfer dana ke daerah berbasis kinerja. Dengan harapan, APBD tidak akan ditumpuk atau hanya disimpan oleh daerah sampai akhir tahun. “Kalau kinerjanya ternyata belanjanya tidak bergerak, lebih baik transfernya ditahan dulu, supaya dibelanjakan dulu,” ujarnya.

Mantan Kepala Polri ini mengingatkan pemerintah daerah agar melakukan percepatan dalam merealisasikan APBD dengan program-program padat karya, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Korupsi Terus Terjadi, Menteri PANRB Peringatkan ASN Pusat dan Daerah Lebih Berhati-Hati

“Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa sedapat mungkin program-program yang dibuat di tengah situasi pandemi ini adalah program-program yang padat karya. Program-program yang banyak mengajak rakyat membangun jalan, bendungan, dan lain-lain yang padat karya,” kata Mendagri.

Tito pun berharap Pemda dapat bekerja sama menggenjot realisasi APBD pada kuartal kedua (Q2). Menurutnya, realisasi APBD 2021 penting karena akan menjadi landasan pemulihan ekonomi di 2022. “Diharapkan Q2 meningkat pada bulan April, Mei, Juni. Ini untuk bisa melompat ke angka 7 persen. Oleh karena itu, tolong belanjakan, diatur ritme belanja di daerah,” ujarnya.

Dia juga meminta Pemda memerhatikan proporsi belanja modal yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Mendagri ingin proporsi belanja modal lebih ditingkatkan, baik untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Dengan demikian, diharapkan ekonomi akan semakin kuat.

Tak hanya itu, Mendagri meminta pemda membuat tim khusus (teknis) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), APBD, dan lain-lain. Sehingga penyusunan dapat mengikuti program pemerintah pusat.

“Penyusunan ini mengikuti prinsip program-program yang kita buat, nanti akan money follow program. Programnya kita buat sekarang ini, dan uangnya mengikuti. Nanti kalau sudah jadi APBD dan sudah ditandatangani, eksekusi tahun depan prinsipnya program follow money,” pungkasnya. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Pemimpin NU Harus Berani Lawan Intoleransi dan Radikalisme di Tanah Air

KEDIRI -- Para ulama atau kiai sepuh ternyata menginginkan agar figur yang nanti menjadi ketua umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) adalah pemimpin yang berani...
Baca Juga :  Rivalitas Kyai Said - Gus Yahya Menguat, Marwah NU dan Ulama Harus Tetap Dijaga

Antipasi Serangan Covid-19, Polri Ketatkan Pengawasan Pintu-Pintu Masuk ke Tanah Air

JAKARTA - Menyusul instruksi Presiden Joko Widodo terkait antisipasi gelombang ketiga serangan Covid 19, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan...

Kakak Menteri Agama Sudah Dapat Restu Jadi Calon Ketua Umum Nadhlatul Ulama

JAKARTA — Setelah mendapat restu dari KH.Said Aqil Siradj -- Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) sekaligus calon kompetitornya di arena Muktamar NU ke...

Rivalitas Kyai Said – Gus Yahya Menguat, Marwah NU dan Ulama Harus Tetap Dijaga

JAKARTA – Persaingan untuk mencapai posisi puncak di Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-34 di Lampung pada Desember 2021 nanti terus...

Pemerintah Persiapkan Berbagai Hal Terkait Pelaksanaan Umrah Jamaah Asal Indonesia

JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi, memastikan bahwa pemerintah segera merespon kebijakan pemerintah Arab Saudi yang telah membuka pintu bagi umat...
- Advertisement -

Related news

Tuntaskan Masalah Pertanahan, Kabupaten Bogor Bentuk Gugus Tugas Reforma Agraria

BOGOR -- Guna menyelesaikan permasalahan pertanahan di Bumi Tegar Beriman yang kerap terjadi dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor...

BNNP Bengkulu Gagalkan Penyelundupan 6 Karung Ganja

BENGKULU -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu sukses gagalkan upaya  penyelundupan ganja sebanyak 6 karung yang terdiri dari 5 karung berisi 25...

KPK Kembali Operasi Tangkap Tangan, Kali Ini Bupati di Wilayah Sumatera Selatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Musi Banyuasin-Sumatera Selatan, pada Jumat (15/10/2021) malam....

Arus Bawah Ingin Usep Supratman Jabat Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor

BOGOR -- Meski pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan sukses menelurkan sejumlah keputusan penting,...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here